Breaking News:

Jaksa Tuntut 4 Terdakwa Sabu Divonis Mati, Terlibat Penyelundupan SS Seberat 33 Kg

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara menuntut empat terdakwa kasus penyelundupan sabu-sabu (SS) seberat 33 kilogram (Kg)

Editor: bakri
SERAMBINEWS/Foto Dok Kejari Aceh Utara
Empat tersangka penyelundupan sabu-sabu 33 kilogram menjalani sidang di PN Lhoksukon, Aceh Utara. 

LHOKSUKON - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara menuntut empat terdakwa kasus penyelundupan sabu-sabu (SS) seberat 33 kilogram (Kg) agar divonis mati. Tuntutan itu dibacakan JPU, Erning Kosasih SH, dalam sidang lanjutan kasus tersebut yang berlangsung secara virtual, Selasa (16/3/2021).

Keempat terdakwa tersebut adalah Irwansyah (43), warga Desa Blang Geulumpang, Saiful Bahri (47) warga Desa Kuta Blang, Ferizal (29) warga Desa Kebun Kelapa, dan Iskandar (49) warga Desa Dama Pulo. Keempat desa itu berada di Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Erning membacakan materi tuntutan itu setelah sidang dibuka Ketua Majelis Hakim, Arnaini SH, didampingi dua hakim anggota, T Latiful SH dan Annisa Sitawati SH di Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara. Sementara JPU mengikuti sidang di Kantor Kejari setempat, kawasan Desa Alue Buket, Kecamatan Lhoksukon. Pengacara keempat terdakwa, Taufik M Noer SH, juga hadir ke ruang sidang. Sedangkan terdakwa mengikuti sidang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon, tempat mereka ditahan saat ini.

“Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah,” ujar Erning. Hal-hal lain yang memberatkan terdakwa, sebut Erning, perbuatan mereka sangat merusak pembinaan generasi muda dan menimbulkan keresahan secara luas di masyarakat. Bahkan, menurut jaksa, tidak ada hal-hal yang meringankan bagi terdakwa dalam kasus tersebut.

JPU menyampaikan, perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana. “Majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar memutuskan dan menjatuhkan pidana mati kepada terdakwa,” kata Erning Kosasih SH.

Seusai jaksa membacakan tuntutan, Ketua Majelis Hakim menunda sidang tersebut hingga Selasa (23/3/2021) mendatang dengan agenda mendengar materi pembelaan dari pengacara terdakwa. Seperti diiberitakan sebelumnya, tim gabungan dari Polda Aceh dan Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 33 kilogram di wilayah Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, pada 19 Juli 2020 lalu. Bersamaan dengan itu, tim juga membekuk empat tersangka yang diyakini sebagai jaringan pengedar sabu internasional.

Pengacara keempat terdakwa, Taufik M Noer SH, mengatakan, pihaknya dalam sidang mendatang akan mengajukan pembelaan secara tertulis. “Dalam sidang tadi (kemarin-red), saya sudah menjelaskan materi tuntutan jaksa. Setelah berkonsultasi, kami akan mengajukan permohonan pembelaan secara tertulis. Karena itu, kami memohon waktu sepekan kepada majelis hakim,” ujar Taufik kepada Serambi, seusai sidang kemarin.

Sementara itu, Iskandar (49) warga Desa Dama Pulo yang merupakan satu dari empat terdakwa dalam kasus tersebut yang mengikuti sidang dari Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara, sejak awal sampai akhir persidangan terus menunduk dengan mata berkaca-kata. Iskandar baru mengarahkan pandangannya ke majelis hakim yang terlihat dilayar ketika ditanyakan isi materi tuntutan yang dibacakan jaksa.  Sedangkan tiga terdakwa lain mengikuti sidang dengan tatapan kosong. (jaf)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved