Kamis, 18 Juni 2026

Sudah 3 Kali Rantai Anak, Sang Ayah Kandung Menyesal, Akan Berusaha Mendidik Lebih Baik

Pelaku perantaian anak kandung yang berinisial AAP di Desa Kalimanah, Purbalingga, Jawa Tengah, kini mengakui kesalahannya dan merasa menyesal.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
TribunPantura/Istimewa
Viral Video Bocah Dirantai Berhari-hari di Purbalingga, Orangtua Ingin Beri Pelajaran karena Nakal 

"Mereka berpikir, orang tuanya berpikir untuk anaknya di rumah saja, supaya tidak ke mana-mana.

Namun orang tuanya menggunakan cara yang salah dengan merantai anaknya di rumahnya sendiri."

"Ini mengakibatkan mungkin sesuatu yang buruk untuk psikologi anak itu sendiri.

Dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tindakan kekerasan fisik dari anak itu sendiri," kata AKBP Fannky.

Polisi tidak berencana menahan ayah korban dengan pertimbangan kemanusiaan.

Ditambah lagi dengan kondisi ibu korban yang tengah hamil tiga bulan

Tapi demi mencegah terulangnya kejadian serupa, Polres Purbalingga telah menitipkan sang ibu dan korban di rumah neneknya.

Baca juga: Bocah 7 Tahun Disekap dan Dirantai Kakinya oleh Orangtua Kandung, Terdengar Suara Rintihan

Sudah 3 Kali Korban Dirantai oleh Pelaku

MN, bocah berusia 7 tahun disekap dan dirantai kakinya oleh orang tua kandung di dapur rumah di Desa Kalimanah Kulon, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (13/3/2021).
MN, bocah berusia 7 tahun disekap dan dirantai kakinya oleh orang tua kandung di dapur rumah di Desa Kalimanah Kulon, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (13/3/2021). (KOMPAS.COM/Istimewa)

Dikutip dari Instagram Polres Purbalingga, @humaspolrespurbalingga, AKBP Fannky mengungkapkan pelaku sudah pernah merantai korban yang berusia 7 tahun sebanyak tiga kali dalam waktu yang berbeda.

Namun korban tidak dirantai selama 1x24 jam, melainkan hanya pada waktu-waktu tertentu saja.

"Kejadian ini sudah dilakukan tiga kali dalam waktu yang berbeda, namun tidak dilakukan selama 1x24 jam. Jadi hanya pada waktu-waktu tertentu."

"Karena dirantai kakinya sehingga anak ini tidak bisa bermain, tidak bisa keluar. Ini dilakukan semata-mata hanya untuk supaya anak ini tidak keluar dari rumah pada saat orang tuanya bekerja di luar," ungkapnya.

Walaupun kaki korban dirantai, tapi pelaku tetap menyediakan makanan dan minuman.

AKBP Fannky pun meminta masyarakat agar untuk berhati-hati dalam mengunggah sesuatu di media sosial.

Agar nantinya tidak menimbulkan stigma yang berakibat parah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
Live
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved