Internasional
Arab Saudi Telah Suntik Vaksin Covid-19 Untuk 2,6 Juta Penduduk
Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengatakan telah melakukan suntikan vaksin Covid-19 ke 2,6 juta penduduk.
SERAMB INEWS.COM, RIYADH - Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengatakan telah melakukan suntikan vaksin Covid-19 ke 2,6 juta penduduk.
Vaksinasi dilaksanakan di 500 pusat vaksin di seluruh Kerajaan.
Kementerian mendorong mereka yang ingin disuntk vaksin untuk mendaftar melalui aplikasi Sehhaty kementerian dan memilih waktu.
Dilansir ArabNews, Kamis (18/3/2021), kementerian melaporkan 381 kasus baru, meningkatkan jumlah total infeksi selama pandemi menjadi 383.880 orang.
Baca juga: Pengacara Jalur Gaza Dapat Tekanan Sosial, Seusai Disuntik Vaksin Covid-19, Apa Anda Tidak Waras
Klinik kesehatan di Kerajaan, yang didirikan oleh kementerian sebagai pusat pengujian atau pusat perawatan, telah menangani ratusan ribu orang di seluruh negeri sejak merebaknya pandemi.
Di antara pusat pengujian, pusat Taakad (pastikan) menyediakan tes Covid-19 bagi mereka yang tidak menunjukkan gejala.
Atau hanya menunjukkan gejala ringan atau yakin telah melakukan kontak dengan individu yang terinfeksi.
Klinik Tetamman (yakinlah) menawarkan perawatan dan saran bagi mereka yang memiliki gejala virus, seperti demam, kehilangan rasa dan bau, dan kesulitan bernapas.
Baca juga: 161 Personel Polres Langsa Jalani Suntik Vaksin Covid-19
Janji temu untuk salah satu layanan dapat dilakukan melalui aplikasi Sehhaty.
Sementara itu, kementerian membantah rumor yang beredar di media sosial tentang seorang warga yang diduga meninggal di Rumah Sakit Taif usai menerima vaksin AstraZeneca.
“Kami memberi tahu Anda bahwa tidak ada kematian atau komplikasi parah yang terdeteksi setelah menerima vaksin Covid-19,” kata kementerian menanggapi pertanyaan di Twitter.
Baca juga: Pakistan Dapat Bantuan 500.000 Dosis Vaksin Covid-19 dari China
Kementerian menindaklanjuti dengan menerbitkan video pendidikan tentang vaksin dan mendesak Saudi untuk menahan diri dari berbagi "kebohongan medis" secara online.
“Kami memastikan perlindungan maksimum, dan lebih sedikit efek samping, untuk mencapai 'kekebalan',” tulis Dr. Abdullah Mufarrih Assiri, asisten wakil menteri untuk pengobatan pencegahan, di Twitter.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petugas-memeriksa-kesiapan-vaksin-covid-19-di-arab-saudi.jpg)