Breaking News:

Penanganan Covid 19

Vaksin AstraZeneca Disebut Mengandung Babi, Tapi MUI Perbolehkan Sesuai Kajian Fikih, Ini Alasannya

Meski mengandung bahan haram, penggunaan vaksin AstraZeneca diperbolehkan berdasarkan atau sesuai kajian fikih yang dilakukan MUI dan pihak terkait.

Editor: Mursal Ismail
flickr
Vaksin AstraZeneca 

Meski mengandung bahan haram, penggunaan vaksin AstraZeneca diperbolehkan berdasarkan atau sesuai kajian fikih yang dilakukan MUI dan pihak terkait.

SERAMBINEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Astra Zeneca memanfaatkan Enzim Tripsin Babi yang mengandung babi. 

Meski mengandung bahan haram, penggunaan vaksin AstraZeneca diperbolehkan berdasarkan atau sesuai kajian fikih yang dilakukan MUI dan pihak terkait.

Oleh karena itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, berharap umat Islam tidak larut dalam polemik terkait bahan haram dalam kandungan vaksin AstraZeneca.

Asrorun Niam Sholeh menyampaikan hal ini dalam konferensi pers virtual bertajuk "Perkembangan Terkini terkait Vaksin COVID-19 dari AstraZeneca pada Jumat  (19/3/2021).

"Majelis Ulama Indonesia mengimbau kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk tidak ragu dalam mengikuti program vaksinasi Covid-19," ujarnya. 

Baca juga: Terget Vaksin Sinovac untuk Lansia Capai 15 Ribu Lebih di Aceh Barat

Baca juga: Istri Pukuli Suami hingga Babak Belur, Ketahuan Beli Baju untuk Selingkuhan

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Langsa Masih Bertahan 9 Orang

Asrorun Niam Sholeh mengatakan dalam kondisi kebutuhan mendesak, MUI memperbolehkan penggunaannya dengan pertimbangan bahaya dan resiko, jika masyarakat tidak divaksinasi Covid-19.

Selain itu, ketersedian vaksin yang halal tidak mencukupi kebutuhan masyarakat untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd imunity).

Sementara pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih vaksin Covid-19 yang halal, karena keterbatasan vaksin yang tersedia.

"Agar Indonesia segera keluar dari pandemi, sekali lagi saatnya kita bergandengan tangan mendukung percepatan program vaksinasi Covid-19 untuk mewujudkan kekebalan kelompok atau immunity dengan partisipasi optimal dari kita guna memutus mata rantai penularan Covid 19.

Saatnya kita bersatu hindari polemik yang tidak produktif," ucapnya.

Meski demikian, Asrorun Niam Sholeh, mengatakan jika nanti ada vaksin yang halal, maka ketentuan-ketentuan tersebut hilang. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul AstraZeneca Disebut Mengandung Babi, MUI Ajak Umat Islam Tak Ragu Vaksinasi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved