Video

VIDEO - Kelompok Hak Asasi: 200 Orang Tewas oleh Militer Myanmar Sejak Kudeta

Taktik penumpasan anti-kudeta militer menjurus kekerasan, selongsong peluru ditemukan di mana-mana, pasukan junta menembak tanpa peringatan.

Penulis: Yuhendra Saputra | Editor: Safriadi Syahbuddin

SERAMBINEWS.COM, YANGON - Lebih dari 200 orang tewas dalam unjuk rasa anti-kudeta di Myanmar, sebut organisasi hak asasi manusia pada Kamis (18/3/2021).

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) mengatakan sembilan orang tewas dalam 24 jam terakhir sehingga jumlahnya menjadi 217 orang di tengah protes yang terus berlangsung.

"Ini adalah jumlah yang didokumentasikan dan diverifikasi oleh AAPP, jumlah korban sebenarnya kemungkinan besar jauh lebih tinggi," kata kelompok itu dalam laporannya.

Hingga 17 Maret 2021, total 2.191 orang telah ditangkap, didakwa, atau dijatuhi hukuman sehubungan dengan percobaan kudeta militer pada 1 Februari.

Taktik penumpasan kudeta militer tidak sah menjurus kekerasan pada Maret, selongsong peluru ditemukan di mana-mana. Pasukan junta menembak tanpa peringatan, langsung ke lingkungan dan ke jalan-jalan.

Kelompok itu mengatakan pasukan junta melakukan pembunuhan massal dan menjarah serta menghancurkan properti pribadi dan umum, jembatan, dan pembakaran.

AAPP mengatakan tindakan itu telah meluas ke Okkalapa Selatan di Yangon, Bago, dan Kawa dalam dua hari terakhir.

Rezim Junta Myanmar memberlakukan darurat militer di sembilan kota lagi di kota Yangon dan Mandalay pada hari Senin, sehari setelah pasukan keamanan menembaki 40 pendemo.

Meskipun semakin brutalnya junta militer, demonstrasi terus berlanjut menentang kudeta 1 Februari di seluruh Myanmar.(Anadolu Agency)

BERITA LAINNYA TERKAIT MYANMAR

Baca juga: VIDEO - Bentrokan di Jalan-jalan Myanmar, Pendemo Pasang Blokade dan Bergerilya

Baca juga: VIDEO - Militer Myanmar Kembali Tembak Pengunjuk Rasa, 10 Orang Tewas

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved