Breaking News:

Bagaimana Pembayaran THR 2021 ? Begini Permintaan Pengusaha

Pengusaha dalam tiga minggu ke depan akan melaksanakan salah satu kewajibannya, yaitu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan/pekerjanya

SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR
Ilustrasi tunjangan hari raya (THR). 

SERAMBINEWS.COM - Tunjangan Hari Raya (THR) selalu ditunggu-tunggu oleh karyawan atau pekerja.

Tapi sejak pandemi Covid-19 menghadap berbagai negara cukup berdampak ke berbagai sektor.

Dampak ekonomi selama tahun 2020 hingga berlanjut tahun 2021 membuat sejumlah perusahaan kelabakan.

Termasuk berbagai sektor lainnya yang mempekerjakan karyawan mulai kesulitan.

Apalagi, pengusaha dalam tiga minggu ke depan akan melaksanakan salah satu kewajibannya, yaitu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan/pekerjanya.

Hal ini sesuai dengan Permenaker no.6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Baca juga: Ini Daftar Negara yang Jadi Langganan Indonesia Impor Garam

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, dalam kondisi yang dialami pengusaha saat ini sangat dibutuhkan pengertian dan kesadaran dari karyawan/pekerja dari sisi kemampuan pengusaha untuk membayar THR.

Kemungkinan sektor-sektor tertentu seperti telekomunikasi, energi, sebagian industri makanan dan minuman, industri farmasi, BUMN, BUMN masih memiliki kemampuan membayar THR kepada karyawannya.

Baca juga: Berikut 20 Negara Paling Bahagia di Dunia, Indonesia di Posisi Ini

Namun sebaliknya, sektor Pariwisata dan turunannya seperti hotel, restoran, kafe, travel, transportasi, mall, hiburan malam dan sektor otomotif, properti, UMKM dan berbagai sektor jasa lainnya dipastikan tidak memiliki kemampuan untuk membayar kewajiban THR akibat cash flow-nya yang sudah sangat berat.

Oleh karena itu, dalam kondisi ini Pemerintah harus segera menerbitkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja tentang Juklak dan Juknis THR 2021 dengan memperhatikan dengan sungguh-sungguh kondisi pelaku usaha akibat pandemi covid-19.

Halaman
12
Editor: Muhammad Hadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved