Kamis, 11 Juni 2026

Luar Negeri

Hanya 19 Hari Menjabat, Menteri Kesehatan Ekuador Rodolfo Farfan Mengundurkan Diri

- Menteri Kesehatan Ekuador Rodolfo Farfan mengundurkan diri hanya 19 hari setelah menjabat.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
IG Rodolfo Farfan
Menteri Kesehatan Ekuador Rodolfo Farfan Mengundurkan Diri hanya dalam 19 Hari Menjabat 

SERAMBINEWS.COM - Menteri Kesehatan Ekuador Rodolfo Farfan mengundurkan diri hanya 19 hari setelah menjabat.

Pengunduran dirinya diajukan ketika jaksa Ekuador meluncurkan penyelidikan terkait skandal yang berkembang di antara orang-orang yang menerima vaksin virus corona secara bergantian.

Mengutip Al Jazeera, pihak berwenang menggerebek Kementerian Kesehatan dan rumah sakit di Quito, sehubungan dengan penyelidikan mereka terhadap peluncuran vaksin virus corona.

Dalam surat pengunduran dirinya pada Jumat (19/3/2021), ia menuturkan alasan mengundurkan dirinya "sangat pribadi".

Berdasarkan unggaha Akun Twitter resmi Sekretariat Jenderal Komunikasi Kepresidenan, Farfan diangkat menjadi Menteri Kesehatan pada 1 Maret 2021.

Terjemahan: Kami menampilkan profil Menteri baru Rodolfo Enrique Farfán Jaime, yang diangkat berdasarkan Keputusan Eksekutif No. 1253 tanggal 1 Maret 2021.

Sebelumnya, Farfan dilantik menggantikan Menteri Kesehatan Juan Calron Zevallos, yang mengundurkan diri pada akhir Februari 2021.

Pengunduran diri Zevallos diajukan setelah muncul laporan bahwa ia berpartisipasi dalam upaya penyuntikan vaksinasi Covid-19 di panti jompo tempat ibunya tinggal.

Zevallos saat ini tengah diselidiki karena menyalahgunakan kekuasaan juga menghadapi kemungkinan dakwaan di Majelsi Nasional Ekuador.

Ia dinilai "menangani pandemi dan proses vaksinasi yang buruk".

S
Menteri Kesehatan Ekuador Rodolfo Farfan Mengundurkan Diri hanya dalam 19 Hari Menjabat (IG Rodolfo Farfan)

Baca juga: Perang Geng Pecah di Empat Penjara Ekuador, Puluhan Narapidana Tewas

Baca juga: Cara Polisi Ekuador Hukum Warga tak Pakai Masker, Dipermalukan dengan Tarian Peti Mati

Laporan yang muncul di Ekudador menyatakan bahwa politisi, akademisi, jurnalis, dan lainnya, yang memiliki hubungan baik telah menerima vaksin.

Padahal, vaksinasi Covid-19 Ekuador seharusnya diprioritaskan untuk petugas kesehatan garis depan dan penghuni panti jompo.

Menurut penghitungan dari Universitas Johns Hopkins, Ekuador melaporkan lebih dari 309.000 kasus Covid-19 dan lebih dari 16.400 kematian.

Data pemerintah menunjukkan bahwa sekira 120.000 orang telah menerima setidaknya satu suntikan vaksin Covid-19.

S
Gambar selebaran yang dirilis oleh Kepresidenan Ekuador menunjukkan Presiden Ekuador Lenin Moreno mengadakan pertemuan dengan beberapa menteri sambil mentransmisikan secara langsung di radio dan televisi nasional, di Istana Kepresidenan Carondelet di Quito pada 10 April 2020 selama pandemi virus corona baru COVID-19. Jumlah kematian akibat virus korona global mencapai 100.000 pada hari Jumat ketika perayaan Paskah di seluruh dunia dimulai di gereja-gereja yang hampir kosong dengan miliaran orang terjebak di dalam ruangan untuk menghentikan pawai mematikan pandemi.

Pengganti Farfan

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved