Breaking News:

Berita Bener Meriah

Pantau Kerusakan Hutan Aceh, 15 Jurnalis ikut Pelatihan Global Forest Watch 

“Harapan kita dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan peluang kepada jurnalis di wilayah Tengah Aceh, untuk memantau kejahatan lingkungan...

Foto: HAkA
Sebanyak 15 jurnalis mengikuti pelatihan Global Forest Watch (GWF) yang digelar oleh HAkA bekerjasama dengan FJL Aceh yang berlangsung di Kabupaten Bener Meriah, Selasa (23/3/2021). 

“Harapan kita dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan peluang kepada jurnalis di wilayah Tengah Aceh, untuk memantau kejahatan lingkungan terutama pengrusakan hutan,” jelasnya.

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) bekerjasama dengan Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh, menggelar pelatihan jurnalistik Global Forest Watch (GWF) yang berlangsung di Homestay Hahara, Kabupaten Bener Meriah, Selasa (23/3/2021).

Pelatihan ini mengangkat tema 'Meningkatkan pengetahuan dan keahlian jurnalis dalam pemantauan kasus ilegal kehutanan' dan diikuti sebanyak 15 jurnalis yang bekerja di berbagai jenis platform media di Aceh.

Para jurnalis yang mengikuti pelatihan tersebut berasal dari lima kabupaten, yaitu Aceh Timur, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Anggota FJL Aceh, Iwan Bahagia menyampaikan, pelatihan ini merupakan permintaan dari peserta FJL Aceh di wilayah Tengah saat pelatihan serupa di Ayani Hotel beberapa waktu lalu. 

Menurutnya, permintaan tersebut memiliki alasan, karena mayoritas hutan di Aceh berada di wilayah Tengah Aceh.

Sehingga diperlukan pengetahuan jurnalis atas penggunaan tools (alat) maupun aplikasi tertentu, untuk mengetahui kegiatan illegal kehutanan.

Baca juga: Pemkab Bener Meriah Buka Seleksi Beasiswa D3 Aceh Carong 2021, Catat Syaratnya 

“Harapan kita dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan peluang kepada jurnalis di wilayah Tengah Aceh, untuk memantau kejahatan lingkungan terutama pengrusakan hutan,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten GIS Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Muhammad Fadhil Ayyasy menambahkan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan jurnalis dalam hal monitoring hutan. 

Kemudian juga, supaya para jurnalis yang telah mengikuti pelatihan ini nantinya bisa ikut serta membantu upaya melindungi hutan dari segala bentuk praktik illegal kehutanan.

“Target kita adalah untuk memberikan informasi kepada jurnalis bahwa ada cara untuk memperoleh data dan informasi detai,  terkait kehilangan tutupan pohon untuk liputan, terutama Kawasan Ekosistem Leuser yang menjadi paru-paru dunia,” ujarnya.

Lanjutnya, pelatihan serupa juga pernah dilakukan di Polda Aceh, beberapa Polres di Aceh, KPH di Aceh, dan instansi terkait dengan hutan.

“Dalam pelatihan ini kita ajarkan tentang data GLAD, yaitu data kehilangan tutupan pohon dengan tinggi pohon diatas 5 meter, kanopi diatas 60 persen dengan minimal luasan pohon yang hilang minimal 15x30 meter akan terdeteksi sebagai satu peringatan GLAD,” imbuhnya. (*)

Baca juga: VIDEO Aksi Warga Desa Tamilow Serbu Pesisir Pantai Cari Emas

Penulis: Budi Fatria
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved