Senin, 27 April 2026

Berita Aceh Utara

Pakai Ground-E, Hasil Panen Padi Milik Petani di Aceh Utara Ini Meningkat Tajam

Bahkan, sebelum dipanen, padi dalam areal sawah milik Bakhtiar yang berada di pinggir jalan utama Jeungka Gajah ini mampu menyita perhatian warga

Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Dokumen LSM Flofa Aceh
Ketua LSM Flofa Aceh, Darwis Kuta, membantu memanen padi warga yang memakai nutrisi Ground-E di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara. 

“Kebetulan kali ini panennya menggunakan mesin combine, sehingga saya bisa mengetahui hasilnya secara pasti begitu siap panen,” katanya.

Hasil tersebut kata Bakhtiar jauh lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Sebelumnya, lanjut Bakhtiar, jumlah panen padi dalam areal sawah tersebut maksimal 2.600 kilogram.

“Kali ini sedikit sekali bulir padi yang kosong. Padahal biasanya setiap kali sesudah panen dengan mengunakan perontok padi, bulir padi kosong sangat banyak,” ungkap pria asal Meurah Mulia itu.

Bakhtiar menambahkan biaya yang dikeluarkan kali ini juga lebih minim dibandingkan tahun sebelumnya.

Pasalnya, sebelumnya ia mengaku lebih banyak menggunakan pupuk.

”Taksiran, biaya saya keluarkan mulai dari pengolahan tanah, penanaman dan pemupukan tahun ini sekitar Rp 1,5 juta. Kalau sebelumnya mencapai Rp 3 juta lebih,” pungkas Bakhtiar.

Sementara itu Ketua LSM Flofa Aceh, Darwis Kuta kepada Serambinews.com menyebutkan, selama ini petani yang menggunakan Ground-E bukan hanya di kawasan Aceh Utara saja, tapi sudah hampir menyeluruh di Aceh.

Antara lain di Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, Kabupate Bireuen, hingga Kota Banda Aceh.

“Alhamdulillah setelah mereka menggunakan Ground-E, hasil panen tanaman mereka meningkat, bukan hanya tanaman padi, tapi juga tanaman lainnnya,” ujar Darwis.

Darwis menjelaskan nutrisi Ground-E memang diproduksi untuk meningkatkan produksi panen, dengan penggunaan pupuk yang minim.

“Petani di Pulau Jawa, Sumatera Utara, Kalimantan, dan Sulawesi juga meminta LSM Flofa Aceh untuk memberi penyuluhan cara menggunakan Ground-E yang tepat, beserta demplot percontohan,” ujar Darwis.

Kata Darwis, petani di sana belum memahami cara menggunakan nutrisi Ground-E yang benar dan tepat, supaya hemat pupuk 50 sampai 70% dan hasil panen bisa meningkat.

”Selama ini petani di sana yang menggunakan Ground-E hasil panennya, semua meningkat,” kata Darwis.

Dalam waktu dekat ini kata Darwis, LSM Flofa Aceh juga akan melakukan penyuluhan demplot percontohan ke Bener Meriah dan Takengon.

Pasalnya, sudah ada permintaan dari petani untuk memberikan penyuluhan cara menggunakan Ground-E. (adv/*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved