Minggu, 10 Mei 2026

Internasional

Milisi Houthi Serang Kilang Minyak Jazan, Salah Satu Tangki Terbakar

Kementerian Energi Arab Saudi mengutuk serangan terhadap kilang minyak vital di Jazan, yang mengakibatkan kebakaran di salah satu tangki minyak.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Kilang minyak di Jeddah rusak diterjang drone milisi Houthi pada 21 November 2020. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kementerian Energi Arab Saudi mengutuk serangan terhadap kilang minyak vital di Jazan, yang mengakibatkan kebakaran di salah satu tangki minyak.

Pertahanan Saudi berhasil mencegat rudal balistik di atas Najran, TV Al-Arabiya melaporkan, Jumat (26/3/2021)

Kementerian tersebut mengatakan tindakan sabotase ini menargetkan pasokan energi global.

Koalisi Arab dan pertahanan udara Saudi mencegat dan menghancurkan beberapa drone bermuatan bahan peledak yang diluncurkan milisi Houthi Yaman menuju Kerajaan pada Kamis (25/3/2021) pagi.

"Hari ini pukul 9:08 malam serangan dengan proyektil dilakukan di terminal distribusi produk minyak bumi di Jazan," kata seorang juru bicara kementerian.

Dia menambahkan serangan itu mengakibatkan kebakaran di salah satu tangki terminal, tetapi tidak ada korban jiwa.

Baca juga: Arab Saudi Kutuk Milisi Houthi, Serangan Drone Ledakkan Kilang Minyak Riyadh

"Serangan itu tidak menargetkan Kerajaan saja, tetapi juga ekspor minyak bumi, stabilitas pasokan energi dunia, kebebasan perdagangan dunia, serta ekonomi global," kata juru bicara itu.

Dia juga mengatakan serangan semacam itu "mempengaruhi lalu lintas laut dan mengekspos pantai dan perairan teritorial ke bencana lingkungan yang parah."

Dua drone lainnya dicegat menargetkan kota barat daya Khamis Mushait, sementara yang lain menargetkan Najran di dekat perbatasan Yaman.

Sisanya menargetkan warga sipil dan daerah pemukiman di bagian lain Arab Saudi selatan.

Koalisi mengatakan bahwa milisi Houthi yang didukung Iran mencoba menargetkan universitas di Jazan dan Najran.

Serangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah Arab Saudi mengumumkan rencana perdamaian baru untuk mengakhiri krisis di Yaman.

Baca juga: Pasukan Yaman Tangkap 23 Milisi Houthi Dalam Pertempuran Sengit di Hajjah

Mencakup gencatan senjata komprehensif, pembukaan kembali bandara Sanaa, pelonggaran pembatasan pelabuhan Hodeidah, dan memulai kembali proses politik di negara itu.

Dewan Kerjasama Teluk (GCC) mengutuk serangan itu dan mengatakan itu mencerminkan pembangkangan mencolok Houthi kepada komunitas internasional dan mengabaikan semua hukum internasional.

Kepala GCC Nayef Al-Hajjraf meminta komunitas internasional untuk mengambil sikap segera dan tegas untuk menghentikan serangan teroris yang sering terjadi yang menargetkan instalasi penting dan sipil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved