Selasa, 28 April 2026

Internasional

Presiden Joe Biden Mobilisasi Sekutu, Menghadang Ambisi China Jadi Penguasa Dunia

Presiden AS Joe Biden telah membuat misinya menghidupkan kembali aliansi Amerika dan memobilisasi baru: persaingan dengan China.

Editor: M Nur Pakar
AP
Presiden AS Joe Biden 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Presiden AS Joe Biden telah membuat misinya menghidupkan kembali aliansi Amerika dan memobilisasi baru: persaingan dengan China.

Gambaran besarnya: Biden memandang persaingan AS-China sebagai tantangan kebijakan luar negeri terpenting saat ini,.

Dia menganggap aliansi Amerika sebagai keuntungan paling signifikan atas Beijing.

Sesaat sebelum Biden menjabat, UE dan China menandatangani pakta investasi, sebuah keberatan diam-diam Biden.

Tampaknya memberi pertanda buruk bagi prospek persatuan front trans-Atlantik di China.

Banyak hal telah berubah secara dramatis saat AS dipimpin Donald Trump.

Tanggapan marah Beijing minggu ini terhadap sanksi UE atas pelanggarannya di Xinjiang berkoordinasi dengan AS, tetapi terbatas dapat membahayakan ratifikasi pakta perdagangan itu.

Sementara itu, AS dan UE kemarin mengumumkan forum baru untuk berkoordinasi untuk menantang kebijakan China.

Baca juga: China Siap Lindungi Timur Tengah, Umumkan Lima Inisiatif Keamanan dan Stabilitas

Menteri Luar Negeri AS Tony Blinken sempat membahas tantangan China selama sambutannya di pertemuan NATO pada Rabu (23/3/2021).

Dia mencatat Beijing secara aktif bekerja untuk melemahkan aturan sistem internasional.

Bahkan, katanya, nilai-nilai kami bersama dan sekutu ingin dirusak China.

Blinken menambahkan AS tidak akan memaksa sekutu menjadi pilihan 'kami atau mereka' dengan China" sesuatu yang ditakuti oleh sekutu Donald Trump.

Tetapi mengatakan sudah waktunya bagi aliansi Barat untuk menunjukkan "apa yang mereka perjuangkan, Yyaitu hak asasi manusia dan demokrasi.

China juga masuk dalam agenda ketika Biden bertemu secara virtual dengan para pemimpin negara anggota UE.

Yang tersirat: para pemimpin Eropa semakin curiga terhadap Beijing.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved