Minggu, 31 Mei 2026

Berita Bireuen

Warga Juli, Bireuen Butuh Jembatan Rangka Baja, Begini Kondisinya Kini

“Kalau ada semen dan barang berat lainnya, terpaksa diturunkan di ujung jembatan. Kemudian diangkut dengan sepeda motor ke desa,” ujarnya. 

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ YUSMANDIN IDRIS
Jembatan gantung Gampong Simpang Mulia, Juli, Bireuen sarana utama warga setempat untuk mengangkut hasil bumi dan aktivitas perjalanan lainnya warga berharap dibangun jembatan rangka baja. 

Rehab lantai dilakukan dengan dana desa, karena lantai sudah lapuk.

Sehingga sangat membahayakan keselamatan warga dan anak sekolah. 

Baca juga: Heboh Rencana Bimtek Kepala Desa ke Medan, Ini Penjelasan Kadis PMK Aceh Singkil

"Lantai kayu jembatan gantung yang kami rehab jumlah totalnya 472 lembar," jelas keuchik.

Perangkat desa dan masyarakat berharap kepada dinas terkait di Provinsi Aceh maupun di Bireuen, untuk segera mengganti jembatan gantung dengan jembatan rangka baja. 

Disebutkan, jembatan gantung tersebut merupakan sarana utama bagi ratusan warga dari berbagai desa membawa atau jual hasil kebun ke desa tetangga dan membawa pulang barang kebutuhan ke Simpang Mulia.

Namun karena sempit, jembatan itu hanya dapat dilalui sepeda motor. 

“Kalau ada semen dan barang berat lainnya, terpaksa diturunkan di ujung jembatan. Kemudian diangkut dengan sepeda motor ke desa,” ujarnya. 

Selain mengharapkan dibangunnya jembatan rangka baja, warga setempat juga mengharapkan dapat membangun jalan aspal hotmix dari Simpang Mulia ke Paya Cut, Kecamatan Juli,.

Imum Mukim Juli Selatan, Zainuddin atau sering dipanggil Apadin kepada
Serambinews.com mengatakan, jembatan rangka baja bukan saja untuk warga Simpang Mulia.

Akan tetapi, juga ratusan warga lainnya juga melintasi jembatan tersebut.

Begitu juga jalan yang rusak parah. 

“Pembangunan jembatan rangka baja dan pengaspalan jalan, kebutuhan mendesak bagi warga di kawasan Simpang Mulia dan beberapa desa lainnya,” ujarnya.

Dibangunnya jembatan rangka baja, akan mempercepat perkembangan kawasan tersebut dan juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. (*)

Baca juga: Ditetapkan jadi Kota Santri, Ketua DPRK Bireuen Minta Anggaran 5 Persen Untuk DSI

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved