Internasional
Selebritis China Kecam Hugo Boss 'Bermuka Dua' Atas Tuduhan Kerja Paksa di Xinjiang
Tiga selebritis China pada Sabtu (27/3/2021) mengecam rumah mode Jerman Hugo Boss. Itu menjadi merek asing terbaru yang diboikot bersama oleh konsumen
SERAMBINEWS.COM, BEIJING - Tiga selebritis China pada Sabtu (27/3/2021) mengecam rumah mode Jerman Hugo Boss.
Itu menjadi merek asing terbaru yang diboikot bersama oleh konsumen Tiongkok atas tuduhan Barat melakukan kerja paksa di Provinsi Xinjiang.
Dilansir Reuters, Minggu (28/3/2021), selebritas yang mengakhiri kontrak mereka dengan Hugo Boss adalah aktor-penyanyi Li Yifeng.
Dia mengatakan melalui agennya di microblog mirip Twitter Weibo bahwa ia hanya akan bekerja sama dengan merek yang secara khusus mendukung dan membeli kapas dari wilayah China baratjauh itu.
Baca juga: Musuh AS, China dan Iran Bergerak Maju, Sepakati Pakta Kerjasama Selama 25 Tahun
Aktivis dan pakar hak asasi PBB menuduh China menggunakan penahanan massal, penyiksaan, kerja paksa, dan sterilisasi terhadap orang Uighur di Xinjiang.
China menyangkal klaim ini dan mengatakan tindakannya di kawasan itu diperlukan untuk melawan ekstremisme.
Hugo Boss, dalam sebuah posting di akun Weibo mengatakan akan terus membeli dan mendukung kapas Xinjiang.
Tetapi dikatakan itu bukan postingan resmi, dan telah dihapus.
Dalam sebuah email kepada Reuters, juru bicara perusahaan Carolin Westermann mengatakan menyatakan sejauh ini, HUGO BOSS belum membeli barang yang berasal dari wilayah Xinjiang dari pemasok langsung.
Baca juga: Presiden Joe Biden Mobilisasi Sekutu, Menghadang Ambisi China Jadi Penguasa Dunia
Akun Weibo merek tersebut mengeluarkan pernyataan baru yang mengatakan mereka menghargai semua hubungan jangka panjang dengan mitra di China.
Hugo Boss China tidak segera membalas permintaan komentar Reuters.
Pengguna internet China menuduh Hugo Boss mundur dari posisinya dengan mengatakan merek itu "bermuka dua".
Bahkan, beberapa bersumpah untuk memboikot merek itu untuk selamanya.
"Orang bermuka dua adalah yang paling menjijikkan dan saya akan memboikot Anda selamanya," kata seorang pengguna Weibo.
Baca juga: China Siap Lindungi Timur Tengah, Umumkan Lima Inisiatif Keamanan dan Stabilitas
Amerika Serikat mengutuk apa yang disebutnya kampanye media sosial "yang dipimpin negara" di China terhadap AS dan perusahaan internasional lainnya.
Karena memutuskan untuk tidak menggunakan kapas dari wilayah Xinjiang karena masalah kerja paksa.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ritel-hugo-boss-di-beijing-china.jpg)