Jumat, 24 April 2026

KMP Aceh Hebat

Kapal Aceh Hebat 1 Dipastikan tidak Mati Mesin, Begini Penjelasan Dinas Perhubungan Aceh

Kapal Aceh Hebat 1 yang berlayar dari Pelabuhan Sinabang, Simeulue, Minggu (28/3/2021) sore mengalami gangguan kelistrikan

Penulis: Herianto | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Kapal KMP Aceh Hebat 1 saat tiba perdana di Pelabuhan Kolok Sinabang untuk uji sandar dermaga pada awal Februari 2021 

Kapal Aceh Hebat 1 dilengkapi dua unit mesin untuk menggerakkan baling-baling kapal.

Kecuali itu, kapal ini juga dilengkapi beberapa unit genset untuk penerangan lampu di kapal.

Tujuannya, jika ada genset listrik yang mengalami gangguan, bisa dialihkan ke genset yang lain sehingga lampu di kapal bisa kembali hidup.

Dalam sebuah kapal untuk keselamatan penumpangnya, semua fasilitas untuk kenyaman dan keselamatan penumpang di kapal wajib disiapkan termasuk cadangan mesin penggerak baling-baling dan genset listrik atau lainnya.

Kalau fasiltas keselamatan penumpang belum tersedia dengan baik, kata Al Qadri, izin pelayaran dari Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub tidak akan dikeluarkan.

"Jadi tiga unit Kapal Hebat Aceh yang sudah operaional itu, sudah melalui uji teknis pelayaran dan gangguan pelayaran di laut. Masyarakat tak perlu takut naik dan menumpang Kapal Aceh Hebat 1, Kapal Aceh Hebat 2 dan Kapal Aceh Hebat 3," demikian Al Qadri.

Dua Kali Mati

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal Aceh Hebat 1 atau KMP Aceh Hebat 1 yang berlayar dari Simuelue ke Calang, Aceh Jaya, dikabarkan mengalami mati mesin di tengah laut. 

Mesin KMP Aceh Hebat 1 mati selama dua kali dalam pelayaran pada Senin (29/3/2021) dini hari.

Sementara pihak ASDP menyatakan mesin KMP Aceh Hebat 1 tidak mati, dan keterlambatan tiba di Calang hanya satu jam akibat cuaca.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com dari penumpang, mesin kapal tersebut mati dalam durasi sekitar tiga jam.

KMP Aceh Hebat 1 yang berangkat dari Simeulue sekitar pukul 18.00 WIB, Minggu (28/3/2021), baru tiba di Pelabuhan Calang lewat dari pukul 11.00 WIB lewat.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com dari penumpang, mesin KMP Aceh Hebat 1 mati setelah berlayar selama lebih kurang 6 jam.

Mesin kapal pertama kali mati sekitar pukul 01.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB, Senin (29/3/2021).

Setelah itu, mesin kembali aktif dan kapal melanjutkan pelayaran.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved