KMP Aceh Hebat
Kapal Aceh Hebat 1 Dipastikan tidak Mati Mesin, Begini Penjelasan Dinas Perhubungan Aceh
Kapal Aceh Hebat 1 yang berlayar dari Pelabuhan Sinabang, Simeulue, Minggu (28/3/2021) sore mengalami gangguan kelistrikan
Penulis: Herianto | Editor: Safriadi Syahbuddin
Namun, setelah dua jam berlayar, mesin kapal mati lagi.
Mati yang kedua ini, durasinya sekitar satu jam.
Seorang penumpang yang menyampaikan informasi ini kepada Serambinews.com, mengatakan, saat mesin kapal mati, para penumpang dilanda kepanikan.
Sebab, bukan hanya mesin kapal yang mati, tapi semua penerangan di kapal juga padam.
Sehingga kondisinya gelap gulita di tengah laut.
"Kami semalam pulang dari Simeulue. Jadi jam 1 sampai 3 dini hari kapal mati di tengah laut," kata sumber terpercaya Serambinews.com, Senin (29/3/2021) yang meminta tidak ditulis namanya.
Ia menjelaskan, saat mati mesin yang pertama, seluruh penerangan dalam kapal lebih dulu mati dari pada mesin kapal.
Kapal baru bisa berlayar kembali sekitar pukul 03.00 WIB.
Menurutnya, setelah mati mesin pertama selesai, kapal kembali belayar dan dalam durasi dua jam kapal berlayar, mesin kapal kembali mati.
Ia mengatakan, kondisi tersebut sangat membahayakan mengingat posisi saat ini berada ditengah lautan.
"Itu sangat bahaya, kenapa seperti itu Aceh Hebat, itu menyangkut dengan nyawa manusia," tutupnya.
Kaget Suara Sirine
Seorang penumpang lain KMP Aceh Hebat 1 mengatakan, saat pelayaran tiba-tiba listrik di kapal padam.
Hal itu membuat para penumpang panik apalagi sirine di kapal dibunyikan.
"Iya, kejadian mati mesin sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu saya sedang tidur tiba-tiba bangun karena gelap, mati lampu. Lalu bunyi sirine kapal saat itu langsung ke belakang, saya kira ada kebakaran. Untung saja lagi terang bulan dan tidak badai," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kmp-aceh-hebat-1-angkat-penumpang-9-maret-2021.jpg)