Berita Luar Negeri
Polemik Terusan Kra, Ambisi Thailand yang Bisa Ancam Singapura, Malaysia dan Indonesia
Thailand berambisi membangun kanal di daerah Selatan di sebuah celah daratan sempit bernama Genting Kra atau Terusan Kra dekat perbatasan Malaysia
Dengan kanal tersebut, kapal-kapal yang melintasi Laut China Selatan menuju ke Laut Andaman tak perlu lagi melewati Selat Malaka.
Selat Malaka sendiri merupakan salah satu celah perairan tersibuk di dunia.
Meski lautnya dimiliki secara bersama-sama dengan Indonesia dan Malaysia, Singapura adalah negara paling diuntungkan dari kehadiran kapal-kapal di perairan tersebut.
Saat Thailand dipimpin Perdana Menteri, Thaksin Shinawatra, studi kelayakan sebenarnya sudah disetujui.
Namun kemudian realisasi di lapangan dibatalkan setelah pemerintah sipil dikudeta militer Thailand.
Hambatan lain pembangunan Terusan Kra di Thailand datang dari para politisi dan pejabat pemerintah Thailand.
Baca juga: Rudal Supersonik AntiKapal Milik China, Musuh Cuma Punya Waktu 10 Detik Mencegatnya
Mereka yang kontra menganggap, banyaknya titik dangkal di Laut Andaman dan Teluk Thailand bisa menghambat pembangunan dan lalu lintas kapal nantinya.
“Ketinggian air yang berbeda menyebabkan keterbatasan dalam konstruksi. Kanal tersebut dapat dibangun dengan lebar hanya 40-50 meter,” kata Pailin Chuchottaworn, Ketua Komite Pemerintah untuk Pengarahan Ekonomi.
Pailin bilang, besarnya biaya pembangunan terusan tak sebanding dengan manfaat yang didapatkan.
"Selain itu, kanal juga membutuhkan pintu air guna menyesuaikan tinggi permukaan air.
Sementara hanya satu kapal yang boleh melewati kanal dalam satu waktu," ucap dia.
Baca juga: China - Taiwan Makin Tegang, Petinggi Militer AS Sebut Agresi Militer Terjadi Dalam Waktu Dekat
Pailin lalu membandingkannya dengan Terusan Panama yang memiliki panjang 82 km.
Menurutnya, pembangunan kanal di Panama diuntungkan dengan elevasi air serta terdapat danau alami di tengah daratan sehingga mengurangi pekerjaan penggalian.
Danau alami tersebut juga berfungsi sebagai penampungan kapal-kapal, saat pintu air di ujung pintu masuk dibuka untuk memasukan kapal lain untuk kemudian diangkat.
Kondisi alam ini tak ditemukan di Genting Kra. Kalau dibangun, Terusan Kra hanya akan bisa menampung satu kapal saja dalam satu waktu. Hal ini merupakan bentuk pemborosan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/terusan-kra-thailand.jpg)