Berita Luar Negeri
Polemik Terusan Kra, Ambisi Thailand yang Bisa Ancam Singapura, Malaysia dan Indonesia
Thailand berambisi membangun kanal di daerah Selatan di sebuah celah daratan sempit bernama Genting Kra atau Terusan Kra dekat perbatasan Malaysia
Selain itu, Genting Kra juga berbeda dengan Terusan Panama maupun Terusan Suez. Ini lantaran jarak dari Teluk Thailand ke Selat Malaka relatif dekat.
"Menggunakan kanal (Terusan Kra) hanya menghemat waktu dua hari saja (ketimbang lewat Selat Malaka). Itu tidak cukup alasan bagi para pemilik kapal untuk mengubah rute," terang Pailin.
Baca juga: Suami Sembunyi 6 Jam di Bawah Ranjang saat Istri dan Selingkuhan Berzina, Lalu Tikam Pacar Istrinya
"Saya pikir proyek ini sangat tidak layak, tidak memperkuat daya saing Thailand atau meningkat investasi di Thailand Selatan," kata dia lagi.
Ketimbang menggali tanah untuk membuat kanal, lanjut Pailin, pihaknya lebih memilih untuk membangun jalur rel kereta api sepanjang 100 kilometer yang menghubungkan dua pelabuhan, yakni di sisi Laut Andaman dan Teluk Thailand.
Keuntungan Singapura
Selama beberapa dekade, Singapura sangat menikmati kesibukan lalu lintas kapal di Selat Malaka yang jadi penghubung Eropa dan Asia Pasifik.
Selat Malaka menjadi jalur perdagangan terpadat di dunia, menjadi jalur angkutan minimum 11 juta barel minyak per hari melewati selat ini, dari Timur Tengah menuju Asia Timur dan Pasifik, serta 90 ribu kapal setiap tahun.
Baca juga: Kapal Perang Rusia Menuju Laut Barents, Siap Uji Coba Lagi Rudal Hipersonik Tsirkon
Itu berarti Selat Malaka dilewati sepertiga barang perdagangan dan separuh perdagangan minyak dunia.
Melihat keuntungan diraup Singapura, Malaysia tak mau ketinggalan.
Negeri Jiran itu pada tahun 1997 membangun pelabuhan khusus kontainer di Tanjung Pelepas, Johor, untuk mengusik Pelabuhan Singapura.
Malaysia bahkan mengiming-imingi Maersk Lines, perusahaan kontainer terbesar di dunia, untuk mengganti hubnya dari Singapura dan beralih menggunakan Tanjung Pelepas.
Perusahaan diberikan banyak keuntungan jika mau menggunakan pelabuhan baru itu. Maersk Lines akhirnya setuju dan mulai menggunakan Tanjung Pelepas pada tahun 1999.
Baca juga: Lihat Leher Istri Merah dan Akui Selingkuh, Suami Tebas Lansia 70 Tahun, Tubuh Korban Hanyut di Kali
Dalam waktu cepat, pelabuhan itu langsung jadi salah satu pelabuhan tersibuk di Malaysia dan melayani bongkar muat kontainer hingga 1 juta TEUs di awal operasinya.
Indonesia sendiri tak mau ketinggalan. Pemerintah Indonesia berupaya menjadikan Batam sebagai pesaing Singapura, namun upaya tersebut tak cukup berhasil seperti yang sudah dilakukan Malaysia.
Dari kegagalan Batam, pemerintah Indonesia kini mulai giat membangun Pelabuhan Kuala Tanjung yang digadang-gadang jadi pelabuhan hub yang bisa cukup menyaingi Singapura di masa mendatang.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2021/1442 H untuk Wilayah Kota Banda Aceh dan Sekitarnya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tentang Terusan Kra, Ambisi Thailand yang Mengancam Singapura",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/terusan-kra-thailand.jpg)