Selasa, 9 Juni 2026

Luar Negeri

Sosok Lee Wong Protes Sentimen Anti-Asia, Pejabat AS Ini Buka Baju Pamerkan Luka Perang

Nama Lee Wong mendadak jadi viral, usai video dirinya membuka baju saat rapat dan memamerkan luka perang, menyebar luas di media sosial.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
NBC NEWS via YOUTUBE
Tangkap layar Lee Wong, mengejutkan semua orang karena membuka pakaiannya selama pertemuan Selasa di kota West Chester, Cincinnati, Ohio. 

SERAMBINEWS.COM, CINCINNATI - Nama Lee Wong mendadak jadi viral, usai video dirinya membuka baju saat rapat dan memamerkan luka perang, menyebar luas di media sosial.

Lee Wong melakukannya dalam rapat kota West Chester, Cincinnati, negara bagian Ohio, Amerika Serikat (AS), pada Selasa (23/3/2021).

Aksi itu dilakukannya dalam rangka menunjukkan loyalitasnya pada "Negeri Paman Sam".

Bekas luka tersebut ia dapat saat bertugas di militer AS.

"Saya akan menunjukkan kepada Anda seperti apa patriotisme, dan bagaimana pertanyaan tentang patriotisme seharusnya," kata Lee Wong sambil membuka kancing bajunya.

"Ini buktinya. Ini didapat dari pengabdian saya di militer AS.

Apakah ini belum cukup patriot?" sindirnya untuk memprotes sentimen anti-Asia di Amerika yang sedang marak terjadi.

Melansir NPR pada Sabtu (27/3/2021), Lee Wong sudah menetap di AS sejak dia lulus SMA.

Lee Wong menjadi mahasiswa di sana tahun 1970-an, dan pernah diserang orang kulit putih sambil melontarkan hinaan sentimen anti-Asia.

Diskriminasi lain yang dialaminya adalah lamaran menjadi polisi yang terus ditolak, dan ia justru ditertawakan petugas yang menyebutnya "Chinaman".

Perlakukan serupa masih sering ia dapat dalam beberapa tahun terakhir, dan pada rapat Selasa kemarin ia meluapkan kekesalannya.

"Orang-orang mempertanyakan patriotisme saya, bahwa saya tidak cukup terlihat seperti orang Amerika," kata Wong sambil menunjuk wajahnya.

"Aku ingin menunjukkan sesuatu pada Anda," lanjut Lee Wong.

Kemudian, empat anggota dewan lainnya melihat Lee Wong yang merupakan ketua dewan, melepas bajunya.

"Aku tidak takut. Aku tidak perlu hidup dalam ketakutan, intimidasi, atau penghinaan."

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved