Sabtu, 16 Mei 2026

Tips Kesehatan

Bunda, Kenali 10 Kebiasaan Buruk pada Anak & Tips Mencegahnya, Mulai Mengisap Jempol hingga Mengupil

Menggigit kuku, mencongkel hidung, mengisap jempol dan memutar-mutar rambut adalah kebiasaan buruk paling umum yang sering dilakukan anak-anak.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Safriadi Syahbuddin
Romper.com
Mengisap jempol memiliki efek menenangkan, menyenangkan dan sering kali membantu anak-anak untuk tidur. 

SERAMBINEWS.COM - Anak-anak sering kali mengembangkan kebiasaan atau perilaku buruk pada usia yang sangat muda, sementara beberapa hilang seiring waktu dan yang lainnya tetap ada.

Menggigit kuku, mencongkel hidung, mengisap jempol, dan memutar-mutar rambut adalah kebiasaan buruk paling umum yang dimiliki anak-anak yang menurut orang tua banyak di antaranya menjengkelkan.

Kebiasaan buruk ini seringkali hanya mekanisme untuk mengatasi stres, kebosanan, tidak bahagia, lelah, frustrasi atau tidak aman atau anak-anak mungkin melakukannya karena itu hanya memberi mereka kesenangan.

Kebiasaan buruk adalah pola perilaku berulang yang mungkin tidak pantas secara sosial.

Dan biasanya, sebagian besar waktu anak-anak bahkan tidak sadar bahwa mereka sedang melakukannya.

Kebiasaan buruk tersebut mungkin tidak terlalu mengkhawatirkan bagi anak namun dapat mengganggu atau bahkan menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua.

Baca juga: Moms, Ini 10 Daftar Teh Herbal yang Aman untuk Ibu Hamil

Tak perlu panik dan marah terhadap anak ya Bunda, melansir dari Boldsky, Kamis (25/3/2021), berikut ini beberapa tips untuk mencegah kebiasaan buruk tersebut.

1. Menggigit kuku

Menggigit kuku adalah salah satu kebiasaan masa kanak-kanak yang paling umum dan diperkirakan 28 hingga 33 persen anak-anak berusia antara 7 hingga 10 tahun menggigit kuku.

Penyebab menggigit kuku dapat disebabkan oleh beberapa alasan seperti stres, meniru anggota keluarga lain, keturunan, kuku yang tidak terawat dengan baik dan pindah dari kebiasaan mengisap jempol.

Menggigit kuku dalam waktu lama dapat menyebabkan infeksi bakteri, kerusakan pada kuku dan kutikula, serta masalah gigi.

Tips mencegahnya:

Jika menggigit kuku karena stres, coba atasi masalahnya.

Jika menggigit kuku bukan karena stres, Anda dapat mengoleskan cat kuku atau mencoba membuatnya menjadi kerajinan kertas yang tangan mereka akan terus bekerja.

Jika anak Anda lebih besar, jelaskan mengapa mereka tidak boleh menggigit kuku dan komplikasi apa yang mungkin ditimbulkannya.

Baca juga: Moms Harus Teliti Ya! Ini 7 Tanda Bayi Harus Segera Dibawa ke Dokter, Nomor 6 Haus Terus-Menerus

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved