Breaking News:

Berita Aceh Singkil

Perempuan Muda di Singkil Putuskan Masuk Islam

Nidartati Zaliku setalah masuk Islam, namanya berganti menjadi Humairah.  Penduduk Pulo Sarok, kelahiran Tuhegafoa, Kepulauan Nias Sumatra Utara, itu

For Serambinews.com
Prosesi pensyahadatan perempuan muda di Pulo Sarok, Singkil, Aceh Singkil, Rabu (31/3/2021) malam. 

Nidartati Zaliku setalah masuk Islam, namanya berganti menjadi Humairah.  Penduduk Pulo Sarok, kelahiran Tuhegafoa, Kepulauan Nias Sumatra Utara, itu menyatakan memeluk Islam atas dasar kemauan dan kesadaran serta niatnya sendiri.

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Seorang perempuan muda Nidartati Zaliku (19) memutuskan masuk Islam, Rabu (31/3/2021) malam.

Setelah penduduk Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, itu diberikan kesempatan oleh pemuka agama Islam setempat untuk berpikir terlebih dahulu, sebelum memutuskan membacakan dua kalimat syahadat.

’’Saya meminta saudari Nidartati Zaliku berpikir-pikir terlebih dahulu, sebelum memutuskan masuk Islam. Ternyata kebulatan tekatnya tak tergoyahkan lagi, sehingga saya syahadatkan," kata Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singkil, Dermawansyah, yang membimbing pensyahadatan Nidartati Zaliku.

Nidartati Zaliku setalah masuk Islam, namanya berganti menjadi Humairah. 

Penduduk Pulo Sarok, kelahiran Tuhegafoa, Kepulauan Nias Sumatra Utara, itu menyatakan memeluk Islam atas dasar kemauan dan kesadaran serta niatnya sendiri.

Sementara itu, prosesi pensyahadatan turut disaksikan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Singkil Khairul Amri, Kepala Desa Pulo Sarok Sabri Party, Ustad Hayamuddin dai Aceh Singkil, Kabid Dayah Dinas Syariat Islam Aceh Singkil, Putri Zuliana, dan warga.

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Jus Semangka Jadi Minuman Paling Menyegarkan Saat Cuaca Panas

Sementara Kepala Desa Pulo Sarok, Sabri Party mengatakan, pihaknya siap membantu moril maupun materil. 

"Kami bersyukur karena bertambah saudara  seiman dan seakidah. Kami siap membantu baik moril dan materil, seperti yang sudah dilakukan kepada mualaf dan warga desa Pulo Sarok lainnya," kata Sabri. (*)

Baca juga: Seekor Gajah Ditemukan Mati di HTI Biheu Laweung Pidie, Ini Dugaan Penyebab dan Imbauan BKSDA

Penulis: Dede Rosadi
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved