Nama Ahok Disebut dalam Surat Milik Penyerang Mabes Polri, Begini Reaksinya
Nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi perbincangan warganet selama beberapa hari terakhir.
Menurut pengamat terorisme Nasir Abbas, hal itu dilakukan dengan keyakinan bahwa sang pelaku yang mati duluan akan mampu menarik orang tuanya menuju surga, karena mati syahid.
Foto surat wasiat L (26), pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar yang disita polisi, Selasa (30/3/2021). (Kompas.com)
Baca juga: Sebut Seperti Zombie, Dewi Tanjung Ingin Wanita Bercadar & Pria Bercelana Cingkrang Keluar dari RI
"Dengan mati duluan, dia sedang menunggu keluarganya."
"Dia akan menarik keluarganya ke surga. Itu keyakinan mereka."
"Makanya, ada isi surat agar adiknya menjaga orang tuanya," kata Nasir Abbas seperti dikutip dari Kompas TV dengan judul Ada Permohonan Maaf kepada Orang Tua di Surat Wasiat Terduga Teroris, Ini Analisa Pengamat.
Karena itu, kata Nasir Abbas, begitu pentingnya pendidikan anak oleh orang tua di rumah.
"Dari pelaku yang ditangkap, ada faktor keluarga."
"Maka harus dimulai dari rumah," katanya.
Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menyebutkan, sepakat pentingnya faktor keluarga.
"Kalau sudah tersirap mereka jadi nikmat, sesuai harapan mentornya."
"Penguatan keluarga itu penting untuk masa depan kita," ujarnya.
Menurut Boy, surat wasiat dari terduga penyerang ZA di Mabes Polri sama dengan yang dibuat oleh L di Makassar.
Yaitu permohonan maaf kepada kedua orang tua.
"Tapi walau mereka tidak bertemu tapi ideologinya sama, ideologi terorisme dan intoleransi."
"Mereka punya cita-cita mati syahid."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/asuki-tjahaja-purnama-alias-ahok.jpg)