Bincang Kopi
Bahas Qanun Pariwisata dan Qanun Adat, DPRK Aceh Tengah Undang Para Pakar
DPRK Aceh Tengah saat ini sedang menggodok qanun pariwisata, qanun adat dan rencana detil tata ruang Aceh Tengah. Diharapkan akan mendorong kemajuan..
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
Laporan Fikar W Eda| Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - DPRK Aceh Tengah saat ini sedang menggodok qanun pariwisata, qanun adat dan rencana detil tata ruang Aceh Tengah. Diharapkan akan mendorong kemajuan dan pembangunan pariwisata, pelestarian adat dan aturan yang jelas mengenai tata ruang di kabupaten penghasil kopi arabika tersebut.
Ketua DPRK Aceh Tengah Arwin Mega mengatakan hal itu saat berbicara dalam “BincangKopi #6 Musara Gayo” secara virtual, Sabtu (3/4/2021) malam.
“Sedang kita bahas dan kita himpun pendapat. Kita juga akan mengundang banyak ahli dan pakar untuk memberi masukan soal ini,” kata Arwin mega.
Di bidang kepariwisataan, Arwin mega mengatakan Aceh tengah sudah punya Rencana Induk Pariwisata Daerah , tapi belum punya qanunnya. “Ini yang sedang kita bahas. Sehingga menjadi jelas arah dan kebijakan pembangunan kepariwisataan Aceh Tengah. Seba ia akan terkait dengan bidang-bidang lain,” ujar Arwin Mega.
Terkait qanun adat, mendapat perhatian khusus dari budayawan, Muchlis Gayo. Ia justru mempertanyakan dasar hukum Aceh Tengah membuat qanun adat.
“Adat yang mana yang akan diqanunkan. Lalu siapa objek dan subjek dari qanun tersebut nanti. Saya sudah periksa beberapa undang-undang, baik nasional maupun UU Pemerintahan Aceh, sama sekali tidak ada perintah membuat qanun adat. Yang ada adalah terkait lembaga adat,” ujar Muchlis Gayo.
Ia menyarankan agar DPRK Aceh Tengah mengkaji ulang urgensi qanun adat tersebut.
Ketua DPRK Arwin Mega mengakui pembahasan qanun adut ini masih tersendat dan sedang dirumuskan kembali oleh satu tim perumus, terdiri dari kelompok adat, ulama, mukim, pemuda dan lain-lain.
Arwin Mega menjanjikan akan memberikan tiga qanun itu secara detil dan melibatkan banyak kalangan.
“Kami akan undang nanti para ahli dari berbagai bidang. Sehingga apa yang kita hasilkan bermanfaat untuk masyarakat dan daerah,” demikian politisi PDI Perjuangan itu.
“BincangKopi #6 Musara Gayo” juga menghadirkan penanggap Prof Fauzi Hasibuan, geolog dari Bandung dan pelaku usaha kopi Bayakmi Kupi, Maharadi Gayo. Diselenggarakan Divisi Pendidikan dan Kebudayaan Musara Gayo Jabodetabek, perkumpulan masyarakat Gayo di Ibukota.(*)
Baca juga: Geolog Bandung: Aceh Tengah Sudah Memenuhi Syarat Diajukan Sebagai Kawasan Gayo Geopark
Baca juga: Lepaskan Status Duda, Pemain Persija Ismed Sofyan Persunting Gadis Aceh Tamiang
Baca juga: Pergi Memancing Saat Cuaca Buruk, Seorang Nelayan Singkil belum Kembali dari Laut
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/foto-ketua-dprk-aceh-tengah-arwin-mega-4.jpg)