Berita Aceh Besar
FAMe dan Bandar Publishing Bersama DPKA Prakarsa Pustaka di Lokasi Tanah Longsor, Lamkleng
Penyerahan buku-buku berlangsung di bawah tenda pengungsi desa yang sejak 10 Januari 2021 mengalami fenomena tanah bergerak
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Nur Nihayati
Penyerahan buku-buku berlangsung di bawah tenda pengungsi desa yang sejak 10 Januari 2021 mengalami fenomena tanah bergerak
Laporan Yarmen Dinamika l Janto
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Sedikitnya 2.000 judul buku diserahkan Koordinator Forum Aceh Menulis (FAMe), Riri Isthafa Najmi dan Direktur Utama Bandar Publishing Banda Aceh kepada Keuchik Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Fajri, Sabtu (3/4/2021) sore.
Secara khusus, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA), Dr Edi Yandra MSP juga menyerahkan sekitar 300 buku sumbangan pribadi dan dinas yang ia pimpin kepada Keuchik Gampong Lamkleng. Ia didampingi Munzir, Kepala Pustaka Gampong Lamkleng.
Penyerahan buku-buku berlangsung di bawah tenda pengungsi desa yang sejak 10 Januari 2021 mengalami fenomena tanah bergerak dan longsor itu.
Baca juga: Mulai Minggu Depan Perpanjangan SIM Bisa Dilakukan Secara Online, Cukup Rebahan di Rumah Saja
Baca juga: Jembatan Rantau Tamiang Dikhawatirkan Roboh
Baca juga: 2.233 Lansia di Aceh Sudah Divaksin
Buku-buku yang diserahkan tersebut merupakan sumbangan berbagai pihak, perorangan maupun lembaga, yang digalang sejak dua bulan lalu oleh FAMe dan Bandar Publishing, salah satu percetakan terkemuka di Banda Aceh.
"Buku-buku yang kita serahkan ini merupakan kontribusi berbagai pihak untuk cikal bakal Pustaka Gampong Lamkleng. Dengan modal buku sebanyak itu, sudah cukuplah untuk mendirikan sebuah pustaka desa," kata Riri Isthafa Najmi, Koordinator FAMe kepada Serambinews.com, Sabtu (3/4/2021) sore.
Hingga bencana tanah longsor melanda desa ini pada Januari lalu, di Gampong Lamkleng tidak terdapat pustaka desa. Padahal, anak-anak usia PAUD, TK, dan SD-nya lebih dari 70 orang. Belum lagi siswa SMP dan SMA yang berasal dari desa itu.
"Inilah yang mendorong kami untuk memprakarsai hadirnya pustaka desa di Lamkleng dan alhamdulillah upaya kami didukung sepenuhnya oleh Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh. Boleh dibilang, pustaka desa ini terwujud atas kolaborasi yang kompak antara FAMe, Bandar Publishing, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh," kata Dr Mukhlisuddin Ilyas MPd, Direktur Bandar Publishing.
Dalam sambutannya saat penyerahan buku, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr Edi Yandra mengatakan, buku dan budaya literasi memegang peranan penting dalam pembentukan bobot intelektual seseorang, termasuk anak-anak dan remaja di Gampong Lamkleng.
Karena itu pula, ia menilai tepat dan strategis langkah yang dilakukan oleh FAMe bersama Bandar Publishing yang memprakarsai berdirinya pustaka di desa yang permukaan tanahnya terus-menerus bergerak itu.
"Tapi buku yang disumbangkan ini bukan cuma untuk anak-anak dan remaja, banyak juga buku untuk ibu-ibu dan bapak-bapak. Semoga ibu-ibu dan bapak-bapak di desa ini jadi rajin membaca karena sudah tersedia ribuan buku di kampung ini," kata Edi Yandra.
Ia juga menyebutkan bahwa dinas yang dipimpinnya sudah lima kali mendatangkan mobil pustaka keliling ke Lamkleng sejak pengungsi menempati tenda pengungsian pada akhir Januari lalu.
Di desa itu, para pegawai DPKA juga aktif menghibur anak-anak pengungsi dengan lomba mewarnai, nyanyi bersama, dan mendongeng setiap hari Kamis pada Januari dan Februari lalu.
"Kita harapkan semua itu, ditambah donasi buku yang kami serahkan hari ini dapat menghibur masyarakat di sini yang sebagiannya masih berstatus pengungsi," kata Edi Yandra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/f0404667.jpg)