Luar Negeri
Hubungan Militer Amerika - China Semakin Beresiko, Setiap Tahun AS Kirim 2.000 Pesawat Pengintai
setiap tahun AS menerbangkan hingga 2.000 serangan mendadak pesawat pengintai ke Laut Cina Kuning, Timur, dan Selatan.
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM - Laut China Selatan telah menyaksikan "peningkatan tajam" frekuensi, intensitas, dan relevansi pengintaian militer AS di China yang berlangsung dalam jarak dekat, sejak tahun 2009.
Pernyataan tersebut disampaikan South China Sea Probing Initiative (SCSPI), sebuah lembaga peneliti yang berbasis di Beijing, dalam laporan yang dipublikasikan, Kamis (1/4/2021).
“Pengintaian jarak dekat militer AS yang sering terjadi menjadi salah satu dari tiga hambatan utama bagi hubungan militer Tiongkok-AS. Ini semakin serius serta berisiko dalam dua dekade terakhir," tulis SCSPI dalam laporannya, seperti dikutip Serambinews.com dari Kantor Berita Turki, Anadolu Agency, Minggu (4/4/2021).
"Saat ini, setiap tahun AS menerbangkan hingga 2.000 serangan mendadak pesawat pengintai ke Laut Cina Kuning, Timur, dan Selatan," kata laporan itu.
“Mereka (militer Amerika) semakin dekat dan dekat,” tulis SCSPI.
Lembaga peneliti berbasis di Beijing itu kemudian membeberkan data yang lebih detil.
Pada tanggal 22 Maret 2021, USAF RC-135U Combat Sent melakukan perjalanan yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah udara China.
Pesawat pengintai ini terbang mendekati 25,3 NM dari pantai daratan China.
Pada 25 Agustus 2020, USAF U-2 terbang ke zona larangan terbang yang sebelumnya dideklarasikan, di mana PLA melakukan latihan militer tembakan langsung.
Baca juga: Sejumlah Negara Kuat Gelar Latihan Militer di Samudera Hindia, Dipimpin Prancis, China Kepanasan
Baca juga: Iran Klaim Kerjasama dengan China Akan Mampu Menyaingi Dominasi AS
20 Tahun Insiden Tabrakan Pesawat Tempur
Laporan itu datang pada peringatan 20 tahun kecelakaan jet China.
Pada tanggal 1 April 2001, sebuah pesawat EP-3 Angkatan Laut AS bertabrakan dengan jet tempur J-8 Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Insiden yang menewaskan seorang pilot China itu terjadi 104 kilometer (62 mil) di lepas pantai tenggara pulau Hainan, China.
EP-3 yang Rusak telah melakukan pendaratan darurat di bandara Linshui di pulau Hainan.
Sengketa tersebut diselesaikan setelah empat bulan negosiasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kapal-kapal-amerika-serikat-di-perairan-laut-china-selatan.jpg)