Berita Internasional
Ini Lima Negara yang Paling Terdampak akibat Bocornya Data Pribadi Milik 533 Juta Pengguna Facebook
Sejumlah pengguna Facebook asal Indonesia pun tak luput jadi korban dari kebocoran data ini, jumlah mencapai 130.000 pengguna.
Sejumlah pengguna Facebook asal Indonesia pun tak luput jadi korban dari kebocoran data ini, jumlah mencapai 130.000 pengguna.
SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Di era modern dan serba internet ini, kebocoran data kerap terjadi.
Seperti yang saat ini sedang terjadi, dimana data pribadi miliki lebih dari 533 juta pengguna Facebook dari 106 negara dilaporkan telah bocor dan beredar di internet.
Akibat bocornya data pribadi itu, ada lima negara yang pengguna media sosial Facebook paling terdampak.
Kelima negara itu adalah Mesir dengan 44,8 juta, Tunisia (39,5 juta), Italia (35,6 juta), dan Amerika Serikat (32,3 juta), dan Inggris (11 juta).
Sejumlah pengguna Facebook asal Indonesia pun tak luput jadi korban dari kebocoran data ini, jumlah mencapai 130.000 pengguna.
Baca juga: Mengkhawatirkan! 533 Juta Data Pribadi Milik Pengguna Media Sosial Facebook Bocor
Data pribadi yang bocor meliputi informasi nama lengkap, nomor telepon, lokasi, tanggal lahir, ID Facebook, gender, pekerjaan, asal negara, status pernikahan, hingga alamat e-mail.
Ratusan data pengguna ini disebarkan oleh seorang pengguna di forum peretas amatir secara gratis baru-baru ini.
Hal ini membuat ratusan juta data tersebut tersedia secara luas bagi siapapun yang mengaksesnya.
Facebook, melalui juru bicaranya, telah mengonfirmasi kebocoran data ini.
Menurut juru bicara Facebook, ratusan juta data pengguna ini bocor karena adanya kerentanan keamanan yang dialami Facebook.
Kerentanan ini sendiri sudah ditambal pada 2019 lalu.
Baca juga: Petamburan Trending, Ternyata Kritik Pernikahan Atta-Aurel, Ferdinand Hutahaean: Banyak Tak Paham
Kendati kebocoran data sudah terjadi dua tahun yang lalu, masih ada ancaman kejahatan siber yang mengintai para pengguna Facebook yang jadi korban kebocoran data ini.
Hal tersebut diungkapkan Chief Technology Officer (CTO) dari firma intelijen kejahatan siber Hudson Rock, Alon Gal, yang juga menjadi orang pertama yang menemukan kebocoran data ini di internet pada Januari lalu.
Gal bilang, informasi pribadi yang bocor dapat memberikan informasi berbagai bagi para penjahat siber.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/logo-facebook_20171216_231554.jpg)