Berita Internasional
Mengkhawatirkan! 533 Juta Data Pribadi Milik Pengguna Media Sosial Facebook Bocor
Data itu tersebar di dunia maya mulai dari nomor telepon, ID Facebook, nama lengkap, lokasi, tanggal lahir, alamat email, status hubungan dan bio.
Data itu tersebar di dunia maya mulai dari nomor telepon, ID Facebook, nama lengkap, lokasi, tanggal lahir, alamat email, status hubungan dan bio.
SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Kabar tidak sedap menimpa para pengguna media sosial (medsos) Facebook.
Pasalnya sebanyak 533 juta data pengguna medsos tersebut dari 106 negara bocor.
Termasuk lebih dari 32 juta pengguna Facebook yang ada di Amerika Serikat (AS), 11 juta pengguna di Inggris, dan 6 juta pengguna di India.
Bahkan, data sensitif tersebut sudah tersebar di dunia maya mulai dari nomor telepon, ID Facebook, nama lengkap, lokasi, tanggal lahir, alamat email, status hubungan dan bio.
Seorang pengguna di forum peretasan pada Sabtu (3/4/2021) mempublikasi nomor telepon dan data pribadi ratusan juta pengguna Facebook secara online dan gratis.
Baca juga: Fotonya Viral, Pengantin Pria Ini Duduk di Pelaminan Hanya Bercelana Pendek, Ini Kisah Dibaliknya
Baca juga: Terperosok ke Sungai Saat Mencuci Kaki, Gadis Remaja Ini Ditemukan Meninggal Dunia
Orang dalam Facebook tengah meninjau sampel data bocor dengan mencocokan nomor telepon dari ID yang terdaftar.
Kemudian memverifikasi catatan dengan menguji alamat email dari kumpulan data di fitur pengaturan ulang kata sandi Facebook.
Hal ini dapat digunakan untuk mengungkapkan sebagian nomor telepon pengguna.
Juru Bicara Facebook mengatakan, data tersebut merupakan data lama yang telah dilaporkan pada 2019 silam.
Waktu itu, perusahaan berupaya menemukan dan memperbaiki masalah ini pada Agustus 2019.
Pada saat itu, Facebook mengatasi kekurangan pada sistem teknologi yang memungkinkan informasi jadi bocor.
Baca juga: Nasib Menyedihkan Wanita di Militer Korut, Pembelot Ini Ungkap Kehidupan Kejam di Dalam Barak
Baca juga: Nelayan Hilang, BPBD Aceh Singkil Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Keluarga Korban
Namun, begitu data tersebut lolos dari jaringan Facebook, perusahaan media sosial ini memiliki kekuatan terbatas untuk menghentikan penyebarannya secara online.
CTO dari firma intelijen kejahatan siber Hudson Rock Alon Gal menyebut, data yang bocor dapat memberikan informasi berharga bagi penjahat dunia maya yang menggunakan informasi pribadi seseorang untuk menyamar atau menipu.
"Basis data sebesar itu yang berisi informasi pribadi seperti nomor telepon banyak pengguna Facebook pasti akan menyebabkan pelaku kejahatan memanfaatkan data tersebut untuk melakukan serangan rekayasa sosial atau upaya peretasan," kata Gal seperti dikutip Business Insider, Minggu (4/4/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/logo-facebook_20171216_231554.jpg)