Sabtu, 9 Mei 2026

Suami Ditangkap Densus, Istri Terduga Teroris Terlilit Utang, Jokowi Kirim Utusan Antarkan Uang

Presiden Jokowi menaruh rasa iba mendengar kabar bahwa istri seorang terduga teroris di Sukabumi kini terlilit utang.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Istimewa
Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif memberikan bantuan dari Presiden Jokowi kepada SA (25) istri BS terduga teroris di Kampung Limbangan, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi. 

"Terima kasih ke bapak Presiden sudah memberikan bantuan kepada keluarga saya, saya senang, (bantuan) untuk membiayai anak," ujarnya kepada wartawan.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Berbah Sleman, Berikut Fakta Kronologinya

Baca juga: Istri Terduga Teroris Ungkap Sosok Suaminya yang Ditangkap Densus 88, Sebut HP Selalu Dikunci

Cicilan Masih 1,5 Tahun

Diberitakan sebelumnya, aksi teror yang terus terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air beberapa hari ini juga berujung kesedihan bagi SA (25), Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi.

Suaminya, BS (43), ikut ditangkap karena diduga ikut terlibat dalam peledakan bom di Makassar, Minggu (28/3/2021) lalu.

Baca juga: Selain di Klaten, Densus 88 Juta Amankan Terduga Teroris di Kudus

Baca juga: Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Ceper Klaten, Jalan Desa Ditutup

SA kini terpaksa harus berjuang merawat anak mereka yang baru berusia berusia tiga bulan sendirian.

Ai, sapaan karib SA, mengaku bingung harus bagaimana. Lantaran ditangkap, suaminya tak lagi bisa menafkahinya.

"Mungkin saya harus bekerja. Paling kerja di garmen kayak gitu," ujarnya kepada Tribun saat dihubungi melalui telepon, Rabu (31/3/2021).

Tak hanya menangkap suaminya, Densus 88, kata dia, juga menggeledah rumahnya, Senin lalu.

Dalam penggeledahan itu Densus mengamankan sejumlah barang bukti, salah satunya terdapat serbuk berwarna hitam diduga bahan peledak.

Ai mengatakan, kebingunannya bertambah karena suaminya juga meninggalkan sejumlah utang yang harus ia lunasi.

"Saya akan cari kerja soalnya saya kan punya utang ke bank, kalau suami saya enggak kerja, siapa yang bayar?" ujarnya.

Ai mengatakan, utang suaminya ke bank tinggal 1,5 tahun dengan cicilan sebesar Rp 1,5 juta per bulan.

"Masih lama utangnya, kerja buat nutupin utang, utang suami di Jakarta. Sebelumnya suami punya utang ke bank yang kayak kartu kredit gitu. Untuk nutupin, ngutang lagi ke bank di Sukabumi. Ada sekitar 1,5 tahun, sebulan 1,5 juta setorannya," jelasnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved