Breaking News:

Berita Bener Meriah

Jaga Kelestarian Satwa dan Lingkungan, YLI Programkan Kebun Kopi Ramah Burung di Bener Meriah

Yayasan Leuser Internasional (YLI) bekerjasama dengan Pusat Kajian Satwa Liar (PKSL) USK dan Aceh Birder telah selesai melaksanakan survei.....

For Serambinews.com
Ketua YLI, Said Fauzan Baabud didampingi Ketua Aceh Birder, Agus Nurza Zulkarnai dan tim Pokdarwis Tingkem melihat kebun kopi milik petani di kawasan Origon Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Senin (5/4/2021). 

 Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Yayasan Leuser Internasional (YLI) bekerjasama dengan Pusat Kajian Satwa Liar (PKSL) USK dan Aceh Birder telah selesai melaksanakan survei keanekaragaman burung dalam kawasan perkebunan kopi di Kabupaten Bener Meriah.

Dari hasil survei itu, YLI yang didukung oleh Dean Beans Coffee Boston USA akan memprogramkan kebun kopi ramah burung di kabupaten setempat.

Program ini selain ramah lingkungan juga untuk menjaga kelestarian satwa seperti burung yang akan meningkatkan produktivitas kopi milik petani.

Jika program ini berhasil, maka para petani nantinya akan mendapatkan sertifikat bird friendly coffee atau kopi ramah burung dari Smithsonian Bird Friendly internasional.

Pentingnya sertifikat ini karena tren konsumen di Amerika Serikat memilih kopi yang dikonsumsi oleh mereka benar-benar ramah terhadap satwa dan lingkungan.

 “Sertifikat ramah burung ini sudah berjalan di Amerika Latin, maka dari itu kita programkan kawasan kebun kopi ramah burung dan lingkungan di Kabupaten Bener Meriah,” kata Ketua Pengurus Yayasan Leuser Indonesia, Said Fauzan Baabud kepada Serambinews.com, Selasa (6/4/2021).

Disebutkan, dari sisi ramah lingkungan yang satu paket dengan ramah burung ini pertama sekali pihaknya telah melaksanakan restorasi lahan dan penanaman pohon di kebun-kebun kopi.

“Tahap pertama kita telah menam 11 ribu pohon di Bener Meriah utamanya di Kecamatan Wih Pesam,” ujar Said Fauzan Baabud yang didampingi Ketua Aceh Birder, Agus Nurza Zulkarnain dan Teuku Ferdiansyah.

Menurutnya, pohon yang telah ditanam yaitu alpukat yang ada nilai ekonomis dan juga pohon yang ramah terhadap burung seperti murbe (Kerto bahasa Gayo).

Halaman
123
Penulis: Budi Fatria
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved