Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Jurnalis di Lhokseumawe Gelar Aksi, Minta Polisi Usut Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan di Surabaya

Aksi ini untuk menuntut sikap profesionalisme polisi, mengusut tuntas kasus kekerasan dan ancaman pembunuhan terhadap Nurhadi, wartawan Tempo di...

SERAMBINEWS.COM/ SAIFUL BAHRI
Koordinator Aksi Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Zaki Mubarak berorasi, Kamis (8/4/2021). 

Aksi ini untuk menuntut sikap profesionalisme polisi, mengusut tuntas kasus kekerasan dan ancaman pembunuhan terhadap Nurhadi, wartawan Tempo di Surabaya. 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Puluhan jurnalis yang tergabung di berbagai organisasi profesi, seperti AJI, IJTI, dan PWA, beserta mahasiswa menggelar aksi damai di Taman Riyadah Jalan Merdeka Kecamatan, Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Kamis (8/4/2021).

Aksi ini untuk menuntut sikap profesionalisme polisi, mengusut tuntas kasus kekerasan dan ancaman pembunuhan terhadap Nurhadi, wartawan Tempo di Surabaya. 

Para wartawan mulai menggelar aksi sekitar pukul 10.00 WIB secara bergantian, sebagai bentuk solidaritas sesama jurnalis. 

Para Jurnalis juga melakukan long march seraya membawa alat peraga berupa spanduk dan poster bertuliskan, kalimat tuntutan yang mendesak polisi mengusut tuntas kasus kekerasan dan ancaman pembunuhan di Surabaya. 

Koordinator Aksi Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Zaki Mubarak, mengatakan aksi damai  tersebut dilakukan sebagai bentuk Solidaritas sesama jurnalis. 

Dalam aksi tersebut, menurut Zaki yang merupakan jurnalis Serambinews.com, pihaknya mengeluarkan dua tuntutan.

Baca juga: Wah! Undangan Pernikahan Nobu untuk Gisel Disinggung, MYD Ungkap Efek Kasus Video Syur

Yakni, menuntut agar kasus kekerasan dan ancaman pembunuhan terhadap Nurhadi diusut tuntas tanpa memandang jabatan dan instansi mana pun. 

Selanjutnya, menuntut sikap profesionalisme Polri dalam proses penyelidikan.

Siapa yang terbukti bersalah haruslah diproses secara hukum, sesuai ketentuan undang-undang negeri ini. 
 

Sedangkan kronologis singkat, sampai Nurhadi mengalami tindakan kekerasan, menurut Zaki, saat dia menjalankan tugas jurnalistiknya, yaitu investigasi dalam peliputan kasus dugaan suap pajak.

Kasus tersebut ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Namun malangnya, Nurhadi mengalami tindakan kekerasan dengan cara disekap dan dipukuli.

Dalam kesempatan ini, Zaki juga meminta semua jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistiknya tetap harus menjunjung tinggi kode etik dan UU Pers dan menulis berita kritikan dengan berimbang serta memberi hak jawab bagi narasumber terkait. (*)

Baca juga: Ternyata Ini Kasus yang Diduga Terlibat Kajari Bireuen Hingga Diamankan Satgas 53 Kejagung & Dicopot

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved