Rabu, 29 April 2026

Internasional

Mesir Siap Lakukan Apapun Akhiri Krisis Politik dan Ekonomi Lebanon

Pemerintah Mesir akan melakukan apapun untuk mengatasi krisis politik Lebanon yang berimbas gagalnya pembentkan pemerintahan baru.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry (kiri) melaksanakan pertemuan dengan PM Lebanon di Beirut, Rabu (8/4/2021). 

Termasuk semua pihak Lebanon tanpa pengecualian atau diskriminasi."

Dalam pidato yang disiarkan televisi Aoun menekankan komitmennya pada audit forensik untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang telah mencuri uang rakyat dan negara Lebanon.

Pada Januari 2021, jaksa Mount Lebanon, Ghada Aoun, mendakwa Gubernur bank sentral Lebanon Riad Salameh atas tuduhan terkait penggunaan cadangan mata uang asing.

Juga pada Rabu (7/4/2021) para menteri berkumpul di Kementerian Pertahanan untuk membahas demarkasi perbatasan laut utara.

Setelah perjanjian eksplorasi gas Suriah-Rusia mengabaikan lebih dari 750 kilometer perbatasan Lebanon.

"Para pihak sepakat tentang pentingnya otoritas Lebanon memperoleh dokumen resmi untuk mengatur mekanisme komunikasi dengan otoritas Suriah," kata kementerian itu.

Baca juga: Pendeta Kristen Terkemuka Lebanon Kritik Hizbullah

"Ini menekankan posisi yang telah berulang kali disampaikan Lebanon kepada otoritas Suriah sejak 2010 dan disimpan di PBB," tambahnya.

Menteri Luar Negeri Wehbe mengatakan Presiden Aoun mengadakan panggilan telepon dengan Presiden Suriah Bashar Assad.

Di mana keduanya membahas demarkasi perbatasan laut utara dengan Suriah dan menekankan Lebanon tidak akan menerima perusakan kedaulatan maritimnya.(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved