Jumat, 10 April 2026

Internasional

Mesir Siap Lakukan Apapun Akhiri Krisis Politik dan Ekonomi Lebanon

Pemerintah Mesir akan melakukan apapun untuk mengatasi krisis politik Lebanon yang berimbas gagalnya pembentkan pemerintahan baru.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry (kiri) melaksanakan pertemuan dengan PM Lebanon di Beirut, Rabu (8/4/2021). 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Pemerintah Mesir akan melakukan apapun untuk mengatasi krisis politik Lebanon yang berimbas gagalnya pembentkan pemerintahan baru.

Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry, Rabu (7/4/2021) mengatakan negaranya akan terus mengerahkan semua upaya yang mungkin dilakukan bersama partai politik Lebanon.

Khususya untuk mengatasi krisis yang dihadapi dalam pembentukan pemerintahan baru.

Shoukry, yang mengunjungi Lebanon untuk pertama kalinya sejak ledakan menghancurkan Pelabuhan Beirut delapan bulan lalu, mengecam kebuntuan politik yang sedang berlangsung.

Sehingga, gagalnya pembentukan pemerintahan spesialis yang mampu memenuhi kebutuhan persaudaraan rakyat Lebanon dan mencapai stabilitas.

"Bukan hanya untuk Lebanon tetapi untuk wilayah dan Mesir," kata Shoukry.

Shoukry menyampaikan pesan dari Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi kepada mitranya dari Lebanon, Presiden Michel Aoun.

Dimana menekankan solidaritas Mesir dengan Lebanon dan dukungannya terhadap upaya yang dilakukan untuk membentuk pemerintahan baru.

Karena hal itu akan membuka pintu bagi kawasan regional. dan dukungan internasional.

Selain melayani kepentingan bersama negara-negara di kawasan itu, terutama kepentingan orang-orang Lebanon yang bersaudara.

Shoukry menambahkan:

"Kerangka politik pemerintah yang akan datang diatur oleh konstitusi, Perjanjian Taif .
"Juga kmitmen penuh terhadap dokumen-dokumen tersebut, yang dianggap sebagai pilar utama stabilitas."

Upaya terbaru untuk mendorong politisi Lebanon membuat kemajuan terjadi 167 hari setelah Perdana Menteri yang ditunjuk Saad Hariri diperintahkan untuk membentuk pemerintahan baru.

Dia menggantikan pemerintahan yang mengundurkan diri tak lama setelah ledakan Beirut.

Baca juga: Polisi Lebanon Tangkap Pembantu Rumah Tangga, Curi Uang Tunai 50 Ribu Dolar AS Milik Majikan

Politisi sejauh ini gagal mencapai konsensus sebagai hasil dari tekad Aoun yang dilaporkan mengamankan sepertiga pemblokiran, kontrol atas sepertiga dari portofolio kabinet untuk sekutunya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved