Breaking News:

Syech Fadhil Serahkan Laporan Kasus Pekerja Outsourching Pertamina Field Rantau ke BAP DPD RI

"Mudah-mudahan kedepan tidak ada lagi pekerja yang dirumahkan seperti kejadian di Tamiang ini," ujar Syech Fadhil.

Serambinews.com
Senator Anggota DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc, menyerahkan laporan kasus yang dialami 37 eks pekerja outsourching Pertamina Field Rantau, Aceh Tamiang kepada Ketua Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI, Bambang Sutrisno. 

Syech Fadhil Serahkan Laporan Kasus Pekerja Outsourching Pertamina Field Rantau ke BAP DPD RI

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kasus yang dialami 37 eks pekerja outsourching Pertamina Field Rantau, Aceh Tamiang, saat ini sudah berada pada Ketua Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI.

Laporan masyarakat itu diserahkan senator Anggota DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc, yang diterima langsung oleh Ketua BAP DPD RI, Bambang Sutrisno.

"Laporan itu kita serahkan ke BAP DPD RI untuk bisa segera ditindaklanjuti," kata pria yang akrab disapa Syech Fadhil ini kepada Serambinews.com, Minggu (11/4/2021).

Ia menjelaskan, kasus ini berawal dari aduan eks pekerja outsourching Pertamina Field Rantau kepada dirinya beberapa waktu lalu.

Keluhan itulah yang dia tampung dan selanjutnya diserahkan ke BAP untuk ditindaklanjuti.

"Mudah-mudahan kedepan tidak ada lagi pekerja yang dirumahkan seperti kejadian di Tamiang ini," ujar Syech Fadhil.

Baca juga: Tradisi KWPSI Sambut Ramadhan, Meugang Bersama Hingga Bantu Anak Yatim dan Duafa

Baca juga: Kisah Gadis 14 Tahun di Pidie Layani Puluhan Pria Tanpa Dibayar, Pernah Dinikahkan Lalu Diceraikan

Baca juga: Lagi, 34 Nelayan Aceh Ditangkap di Thailand, Lewati Batas Laut, Ini Identitas Mereka

BAP adalah salah satu alat kelengkapan yang ada di DPD RI, dimana salah satu tugasnya adalah menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat berkenaan dengan maladministrasi.

Sebagaimana yang diketahui, Pertamina Field Rantau memutuskan hubungan kerja dengan ratusan pekerja sejak 2015 lalu.

Awalnya, sebanyak 134 mantan tenaga kontrak menggugat perusahaan itu ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh.

Mereka masih tetap menuntut dipekerjakan lagi dan diangkat menjadi karyawan tetap perusahaan dimaksud.

Namun kasus tersebut tak kunjung selesai hingga April 2021.(*)

Baca juga: Top Skor Piala Menpora 2021, Pemain Persiraja Assanur ‘Torres’ Rijal Masih Kokoh di Puncak

Baca juga: Dr Joni MN: Ragam Hias Gayo Sudah Ditemukan Sejak Zaman Prasejarah, dari Gerabah, Tiang Kayu & Rumah

Baca juga: Empat Datok Penghulu Aceh Tamiang Ditangkap di Medan, Diduga Sempat Dugem

Penulis: Yocerizal
Editor: Yocerizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved