Breaking News:

Nenek Diduga Bunuh Diri

Keluarga Memohon Jenazah Korban tidak Divisum, Buat Surat Pernyataan ke Polisi

Keluarga Surati (67), warga Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, yang meninggal dunia diduga bunuh diri, tidak mau jenazah korban divisum....

For Serambinews.com
Petugas Kepolisian dan Petugas BPBD Langsa saat berada di rumah nenek usia 67 tahun. 

Laporan Zubir |  Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA -  Keluarga Surati (67), warga Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, yang meninggal dunia diduga bunuh diri, tidak mau jenazah korban divisum.

"Jenazah korban Surati tidak dilakukan visum, karena keluarga almarhum memohon dan membuat surat pernyataan," ujar Kapolsek Langsa Timur, Iptu Surya D Sofyan, SH.

Menurut Kapolsek, bermula dari penyakit korban tidak kunjung sembuh disertai keluhan penyakit yang gula, darah tinggi, mata kabur.

"Selain penyakit gula, darah tinggi, mata kabur, kedua kaki korban juga sudah lama diamputasi," sebut Itu Surya.

Sementara jenazah korban Surati, timpal Kapolsek Langsa Timur, pada hari ini juga sudah dikubur oleh keluarga dan masyarakat di lokasi TPU gampong setempat.

Diberitakan, korban, Surati (67) Warga Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, diduga mengakhiri hidupnya (bunuh diri) karena depresi.

Demikian disampaikan Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH SIK MH, melalui Kapolsek Langsa Timur, Iptu Surya D Sofyan SH, kepada Serambinews.com. Senin (12/4/2021).

Menurut Kapolsek Iptu Surya, inaisen dugaan bunuh diri ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, di rumah korban di Dusun Damai, Gampong Sidorejo, tepatnya di dalam kamar tidur korban.

"Dugaan korban bunuh diri karena depresi yang disebabkan sakit yang sudah lama dideritanya," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Zubir
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved