Breaking News:

Internasional

Pemuda Libya Kembangkan Tanaman Hidroponik, Atasi Kesulitan Petani Tradisional di Gurun

Di bawah terpal kuning yang dibentangkan di atas bingkai logam melengkung, Siraj Bechiya dan rekannya memeriksa Tanaman hidroponik selada.

AFP
Seorang pemuda memperhatikan tanaman hidroponik selada miliknya di Libya 

SERAMBINEWS.COM, TRIPOLI - Di bawah terpal kuning yang dibentangkan di atas bingkai logam melengkung, Siraj Bechiya dan rekannya memeriksa Tanaman hidroponik selada.

Kedua menjadi pelopor metode ini di sebagian besar gurun Libya di mana pertanian tradisional sedang menghadapi kesulitan besar.

Tali pengikat, gelas plastik berlubang sebagai pot dan tabung PVC yang dibeli di toko-toko DIY menyimpan hasil panen yang berharga di "Surga Hijau."

Begitu dijuluki oleh dua pengusaha muda Libya yang mempelopori proyek tersebut.

Namun sifat dari bahan tersebut tidak menghentikan pertumbuhan tanaman, akar putihnya yang panjang dipelihara oleh air yang kaya nutrisi dan oksigen.

Bechiya dan mitranya, Mounir, telah bekerja tanpa lelah dalam proyek mereka selama berbulan-bulan di kota kecil Qouwea, 40 km sebelah timur ibu kota Tripoli.

Baca juga: Libya Luncurkan Program Vaksinasi Massal Covid-19

Kedua mendirikan rumah kaca berbentuk terowongan yang dikelilingi oleh dinding penghalang angin di situs semi-gersang.

Harapan mereka adalah untuk mengungkap pertanian hidroponik, yang "menjamin hasil yang baik di ruang kecil," menggunakan sedikit air dan tidak membutuhkan pestisida, kata Bechiya (20) kepada AFP., Senin (12/4/2021).

Pertanian tak dinodai telah berkembang pesat di banyak negara tetapi masih dalam tahap awal di Libya.

Tetapi di negara yang wilayahnya 90 persen gurunnya gersang, metode tersebut dapat menawarkan jalan menuju kemandirian pangan yang lebih, Bechiya yakin.

Halaman
123
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved