Breaking News:

Internasional

Model Afghanistan Gambarkan Kondisi Perang Negaranya Dalam Peragaan Busana

Sebanyak 12 model Afghanistan berjalan di landasan pacu pada Sabtu (10/4/2021) untuk memperagakan busana pertama negara itu.

Haqiqi Fashion
Sekelompok model Afghanistan berpartisipasi dalam peragaan busana pertama Afghanistan di Kabul untuk menggambarkan penderitaan korban perang di negara tersebut. 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Sebanyak 12 model Afghanistan berjalan di landasan pacu pada Sabtu (10/4/2021) untuk memperagakan busana pertama negara itu.

Tetapi, bukan untuk tampil dengan model terbaru, melainkan menyoroti dampak konflik beberapa dekade negaranya.

Mengenakan kain kafan berlumuran darah agar menyerupai korban perang, dua wanita dan 10 pria mengambil bagian dalam putaran pertama "The Shroud Fashion Show".

Penyelenggara acara Ajmal Haqiqi mengatakan ada rencana untuk menyelenggarakan acara serupa di masa mendatang.

"Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan kenyataan pahit dan pahit dari situasi yang sedang berlangsung di negara kami," kata Haqiqi kepada Arab News, Minggu (11/4/2021).

Baca juga: Bom Hantam Bus Pemerintah Afghanistan, Tiga Penumpang Tewas dan Lainnya Terluka

"Kami ingin menunjukkan dampak dari pelaku bom bunuh diri, ledakan dan serangan," tambahnya

"Kami akan mengadakan lebih banyak program seperti itu di antara publik, di jalan-jalan," ujarnya.

Dikatakan, dengan cara ini aka menarik perhatian para pemimpin dan dunia.

Bahwa rakyat Afghanistan lebih membutuhkan dan pantas mendapatkan perdamaian daripada negara lain.

Haqiqi Fashion, yang dia dirikan 13 tahun lalu, adalah agensi model pertama di negara itu.

Baca juga: Kisah Para Ibu Afghanistan Selamatkan Diri dari Perang, Berjalan Kaki di Pegunungan Menuju Turki

Dia mengatakan ide utama di balik acara tersebut adalah untuk menarik perhatian ke "bencana perang".

“Orang-orang menginginkan dan membutuhkan kedamaian. Itu adalah kampanye untuk menekankan perdamaian, bukan pada modeling atau perdamaian untuk modeling, ”tambah Haqiqi.

Beberapa warga Afghanistan pergi ke media sosial untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap acara tersebut.

Baca juga: Kisah Warga Afghanistan Ramai-ramai Jual Ginjal, Tak Punya Uang untuk Membayar Utang

“Warga Afghanistan lelah dengan perang dan menggunakan media apa pun untuk menunjukkannya,” kata siswa Sayed Sameer memposting di Facebook.

Peragaan busana adalah salah satu caranya, katanya,(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved