Breaking News:

Internasional

Rencana Denmark Pulangkan Pengungsi Suriah Picu Kontroversi

Rencana pemerintah Denmark memulangkan pengungsi Suriah ke negaranya memicu kontrovesi. Denmark terus menghadapi kritikan yang meningkat atas

Twitter
Aya Abu-Daher, pengungsi dari Suriah telah diberitahu izin tinggalnya yang habis pada akhir Januari 2021 lalu tidak akan diperpanjang. 

Gadis muda Suriah itu baru-baru ini diberi tahu bahwa izin tinggalnya, yang habis masa berlakunya pada akhir Januari, tidak akan diperpanjang.

Seperti dia, 189 warga Suriah telah dicabut izin tinggalnya sejak musim panas 2020 setelah Kopenhagen memutuskan memeriksa kembali kasus 500 warga Suriah dari Damaskus, di bawah kendali rezim Bashar Assad.

Baca juga: Sekjen PBB Tegaskan, Perang di Suriah Bukan Hanya Milik Suriah

Pencabutan tersebut dengan alasan situasi di Damaskus saat ini tidak lagi seperti membenarkan izin tinggal atau perpanjangan izin tinggal.

Beberapa pelamar yang ditolak, yang semula hanya diberikan izin sementara, telah ditempatkan di pusat penahanan.

“Berada di pusat pengembalian, Anda tidak bisa bekerja atau belajar dan Anda mendapatkan makanan tiga kali sehari," kata Hansen.

"Pada dasarnya mereka menahan Anda di sana sampai Anda menandatangani surat yang mengatakan bahwa Anda akan kembali secara sukarela ke Suriah, ” ujar Hansen kepada AFP, Senin (12/4/2021).

Di bawah undang-undang imigrasi Denmark, izin tinggal sementara dikeluarkan tanpa tanggal akhir dalam kasus yang sangat serius di negara asal.

Ditandai dengan kekerasan sewenang-wenang dan serangan terhadap warga sipil", tetapi dapat dicabut setelah kondisi dianggap membaik.

Sekitar 35.500 warga Suriah saat ini tinggal di Denmark, lebih dari setengahnya tiba pada 2015, menurut Statistik Denmark

Minggu lalu, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mengatakan prihatin dengan keputusan Denmark.
Bahkan saat deportasi ditangguhkan karena kurangnya kolaborasi antara Denmark dan rezim Suriah setelah bertahun-tahun perang saudara.

Halaman
123
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved