Shalat Tarawih di Masjid Raya Baiturrahman Membludak
PELAKSANAAN shalat tarawih pertama pada bulan Ramadhan 1442 hijriah di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, Senin (12/4/2021) malam, membludak
PELAKSANAAN shalat tarawih pertama pada bulan Ramadhan 1442 hijriah di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, Senin (12/4/2021) malam, membludak. Amatan Serambi, lautan manusia memenuhi dalam dan halaman masjid sampai ke lantai marmer terakhir. Bahkan ada yang menggelar sajadah di rumput dekat menara masjid.
Jamaah pria yang shalat di luar masjid berdiri di pelataran bawah payung elektrik sisi selatan masjid, sedangkan jamaah perempuan shalat di bawah payung elektrik sisi utara atau sisi Pasar Atjeh.
Kenderaan jamaah, baik roda dua maupun roda empat, juga memenuhi basement masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu. Sangking banyaknya, jalan disisi kiri kanan dan depan belakang masjid juga dipenuhi kenderaan.
Sama seperti tahun lalu, Ramadhan tahun ini kembali berlangsung dalam suasana pandemi wabah Covid-19. Karena itu, suasana shalat tarawih juga berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan.
Jamaah yang melaksanakan shalat di dalam masjid tetap menjaga jarak dan memakai masker. Sedangkan jamaah yang shalat di luar tampak shalat seperti biasa, tanpa menjarangkan saf.
Persingkat ceramah
Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Prof Dr Tgk H Azman Ismail MA menyampaikan ceramah sebelum shalat tarawih pertama di mulai. Dalam ceramahnya, Prof Azman antara lain meminta kepada Allah agar dikuatkan melaksanakan shalat tarawih dari puasa pertama hingga terakhir.
Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan kepada penceramah shalat tarawih agar tidak menyampaikan ceramahnya dengan lama. Tapi cukup disampaikan dengan singkat dan padat mengingat kondisi masih dalam pandemi Covid-19.
Dalam kesempatan yang sama, Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani juga menyampaikan pesan kepada jamaah dan masyarakat Aceh tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan. "Saya juga minta kepada seluruh jamaah untuk menerap protokol kesehatan. Ini Ramadhan kedua kita melaksanakan puasa di tengah pandemi Covid-19. Kita bersyukur kepada Allah karena masih bisa bertemu Ramadhan," katanya.
Disamping itu, Dicky juga berpesan kepada jamaah agar selalu menjaga keselamatan berlalu lintas. Ia meminta masyarakat mematuhi segala rambu-rambu lalu lintas.
Hilal tertutup awan
Sebelum shalat tarawih digelar, Tim Falakiyah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh melakukan pemantauan hilal awal puasa Ramadhan di Observatorium Teungku Chiek Kuta Karang Lhoknga, Aceh Besar, Senin (12/4/2021) sore.
Selain di Lhoknga, Aceh Besar, Kemenag Aceh juga menetapkan enam lokasi lain yaitu Sabang, Bukit Blang Tiron Perta Arun Gas Lhokseumawe, Pantai Cring Crang Aceh Jaya, Pantai Suak Geudeubang Meulaboh, dan Pantai Teluk Dalam Sinabang.
Hasil pantauan Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh di Observatorium Teungku Chik Kuta Karang Lhoknga dan sejumlah daerah lainnya di Aceh, hilal awal Ramadhan tidak terlihat di Aceh pada Senin, 29 Sya'ban 1442 H atau 12 April 2021.
Hal itu diakibatkan hilal tertutup awan dan cuaca mendung. Meski demikian, hilal terlihat di sejumlah wilayah lain di Indonesia, sehingga Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menetapkan puasa pertama Selasa hari ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tarawih-malam-pertama-di-mrb.jpg)