Breaking News:

Ramadhan

Tes Swab Apakah Bisa Batalkan Puasa di Bulan Ramadhan? Simak Ulasan Fatwa MUI

"Pelaksaan tes swab sebagaimana dalam ketentuan umum tidak membatalkan puasa," kata Ketua MUI Bidang Fatwa

Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM
Berikut ini jadwal imsakiyah dan berbuka puasa Ramadhan 2021/1442 H untuk wilayah Singkil dan sekitarnya (Kabupaten Aceh Singkil). 

"Pelaksaan tes swab sebagaimana dalam ketentuan umum tidak membatalkan puasa," kata Ketua MUI Bidang Fatwa

SERAMBINEWS.COM - Selama pandemi covid-19 warga perlu melakukan tes swab untuk kepentingan urusan bebas virus corona.

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia ( MUI) mengeluarkan fatwa terbarunya terkait hukum melakukan rapid test antigen dan Polymerase Chain Reaction ( PCR) alias tes swab saat berpuasa.

Dalam fatwa nomor 23 tahun 2021 tentang hukum tes swab untuk deteksi Covid-19 saat berpuasa itu, Komisi Fatwa MUI menilai bahwa tes swab tidak membatalkan ibadah puasa sehingga dapat dilakukan pada siang hari.

"Pelaksaan tes swab sebagaimana dalam ketentuan umum tidak membatalkan puasa," kata Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, dalam keterangannya, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Minta Bantuan Dukun Karena Tak Terima Diputus Pacar, Gadis Ini Malah Jadi Korban Pencabulan

Baca juga: Kisah Hidup Kaiji Wada, Mualaf Asal Jepang yang Menemukan Tujuannya Hidupnya di Dalam Al Quran

Baca juga: Hamil 3 Bulan saat Nikahi Pilot, Iis Dahlia Kelabakan, Yuni Shara : Ngumpet Dulu Aja

Asrorun mengatakan, tes swab adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus dengan cara pengambilan sampel dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring dan orofaring.

Sehingga umat Islam yang sedang berpuasa diperbolehkan melakukan tes swab untuk deteksi Covid-19.

Menurut Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin Abdul Fatah, swab test boleh dilakukan lantaran pengambilan sampel pada nasofaring atau bagian atas tenggorokan yang ada di belakang hidung, dan orofaring atau saluran antara mulut dan tenggorokan, tidak menyebabkan cairan masuk ke dalam tubuh hingga muntah.

"Pertimbangannya memang tidak ada hal-hal yang membatalkan puasa. Memasukkan lidi menyerupai korek kuping itu melalui hidung dan melalui mulut itu kedalamannya tidak sampai membuat orang muntah begitu kan.

Hanya sifatnya paling maksimal merangsang untuk muntah saja," jelasnya.

Selain itu, alat sejenis cotton bud atau kapas lidi yang digunakan untuk mengambil sampel lendir termasuk kategori benda padat sehingga tidak membuat ibadah puasa menjadi batal.

Hasanuddin mengaku pihaknya juga telah meminta saran dari ahli kesehatan untuk memutuskan fatwa ini.

"Pernah saya tanyakan, di ujung lidi itu sama sekali tidak ada atau ada cairan atau apa begitu. Nah, menurut ahli tidak ada sama sekali, kering, jadi tidak apa-apa," kata dia.

Selain swab test, MUI sebelumnya juga menetapkan fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang hukum vaksinasi Covid-19 saat berpuasa. Menurut Asrorun Niam Sholeh, vaksinasi Covid-19 dilakukan dengan cara injeksi intramuskular.

Intramuskular sendiri merupakan teknik vaksinasi yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Tes Swab Bisa Batalkan Puasa? Ini Kata Fatwa MUI,

Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved