Breaking News:

Video

VIDEO Masjid Tgk Dianjong Peulanggahan, Pusat Manasik Haji Era Kesultanan Aceh

Kala itu, jamaah Indonesia singgah di masjid ini untuk melakukan manasik haji, sebelum bertolak ke Arab Saudi dengan kapal laut melalui Gampong Jawa.

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Melihat Masjid Tengku (Tgk) Dianjong, sangat jauh berbeda dengan mayoritas masjid di Aceh. Masjid ini tidak memiliki kubah, tapi hanya berupa atap yang mengerucut.  

Meski bangunannya tampak sederhana, masjid yang dibangun pada abad ke 17 ini memiliki sejarah panjang, mulai era kesultanan, pendudukan Belanda, hingga bencana tsunami.  

Masjid Tgk Dianjong terletak di tepi Krueng Aceh, tepatnya di Gampong Peulanggahan, Banda Aceh.  

Di dalam komplek masjid ini juga terdapat makam dari sang pendiri masjid serta beberapa para alim lainnya.  

Berdasarkan catatan beberapa sumber, Masjid ini didirikan oleh Habib Abubakar bin Husain bilfaqih pada tahun 1769.  

Oleh masyarakat Aceh sang pendiri dijuluki Tengku Dianjong, yang artinya yang disanjung atau dimuliakan. Kelak, nama pemberian masyarakat itu ditabalkan menjadi nama masjid.  

Habib Abubakar merupakan seorang ulama dari Hadramaut atau Tarim, Yaman.  

Ia kemudian menuntut ilmu ke Madinah, selepas khatam ilmu agama, ia pun berkelana ke Aceh.  

Pada masa itu, tahun 1700-an, Kesultanan Aceh merupakan kerajaan islam yang masyur di kawasan selat Melaka.    

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Hari Mahardhika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved