Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Kasus Korupsi Dana KIP Agara, Mantan Komisioner dan Staf Bersaksi di PN Tipikor Banda Aceh

Pengadilan Negeri /PHI/ Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, mensidangkan kembali perkara kasus dugaan korupsi dana Komisi Independen.....

For Serambinews.com
Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani. 

Laporan Asnawi Luwi |  Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengadilan Negeri /PHI/ Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, mensidangkan kembali perkara kasus dugaan korupsi dana Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tenggara tahun 2017 sebesar Rp 27,9 miliar, Kamis (15/4/2021).

Dalam persidangan ini, terkait dua bulan gaji ribuan petugas PPS yang tidak dibayarkan tahun 2017 dan sempat terjadi aksi unjukrasa dari kalangan petugas PPS di  Kantor KIP Aceh Tenggara tahun 2017 yang lalu.

Agenda persidangan pemeriksaan saksi-saksi dipimpin oleh Hakim Ketua Nurmiati SH, Hakim Anggota, Eti Astuti SH, dan M Fatan Riyadhi SH. Persidangan, Kamis (15/4/2021) dimulai pukul 14.00 WIB berakhir pada pukul 17.30 WIB.

Persidangan ini, memeriksa saksi mantan Ketua KIP Aceh Tenggara, Dedi Mulyadi Selian dan anggota Komisioner KIP Aceh Tenggara, Fitriana, Sudirman, Ahmad Zailani,  beserta Kasubbag dan staf di KIP Aceh Tenggara. Persidangan di lanjutkan pada Jumat (23/4/2021) mendengarkan keterangan ahli.

Baca juga: Penyidik Kejari Sabang Selamatkan Uang Dugaan Kasus Korupsi BBM dan Pelumas Ratusan Juta Rupiah

Sementara itu, Kasibun Daulay SH, Penasihat Hukum Terdakwa Irwandi Ramud dan Diki Suprapto, mengatakan, dalam proses persidangan itu majelis hakim menanyakan terkait dana sewa kenderaan roda empat yang selama 9 bulan yang didakwa oleh jaksa kerugian negara.

Terungkap fakta persidangan, bahwa uang sewa kenderaan roda empat itu masih ditangan mantan Komisioner KIP Aceh Tenggara dan sistem sewa menyewa yang kongkalikong tersebut juga merupakan hasil kesepakatan jahat.

Menurut Kasibun Daulay, fakta di persidangan aliran dana itu ada diterima para saksi yakni Ketua KIP Aceh Tenggara, Dedi Mulyadi Selian Rp 111.150.000, Ahmad Zailani Rp 51. 835.140, Sudirman Rp 51. 835.140.

Budiman Pasaribu Rp 51. 835.140 dan Fitriyana Rp 51.835.140. Mereka mengaku uang sudah dikembalikan, tetapi ketika majelis hakim menanyakan buktinya mereka tidak dapat menunjukkan buktinya, sementara itu mantan Komisioner KIP Agara Sudirman mengaku uang belum ia kembalikan.

Sedangkan yang lainnya ada dikuasai Budiman Pasaribu mencapai Rp. 273.845.000 dan keberadaan yang bersangkutan  tidak diketahui dan sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) penyidik polres Aceh Tenggara.

Halaman
123
Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved