Breaking News:

Internasional

Palestina Kecam Inggris, Menolak Penyelidikan Kejahatan Perang Israel Oleh Jaksa ICC

Palestina mengecam keras Inggris yang menolak penyelidikan kejahatan perang Israel oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Anadolu Agency
Pria Palestina ini ditembak mati sedangkan istrinya dalam kondisi kritis, setelah menerima tembakan dari tentara Israel di Tepi Barat. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON -Palestina mengecam keras Inggris yang menolak penyelidikan kejahatan perang Israel oleh Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Palestina mengatakan hubungannya dengan Inggris telah mencapai titik terendah baru.

Setelah Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan penentangannya terhadap penyelidikan atas dugaan kejahatan perang di wilayah pendudukan Israel.

Dalam sepucuk surat kepada kelompok lobi Conservative Friends of Israel, Johnson mengatakan pemerintahnya "menghormati (untuk) kemerdekaan" ICC tetapi menentang penyelidikan tersebut.

"Investigasi ini memberi kesan sebagai serangan parsial dan merugikan terhadap teman dan sekutu Inggris," tulisnya.

Dilansir ArabNews, Kamis (15/4/2021), dalam sebuah pernyataan yang diposting di situsnya, misi diplomatik Palestina di Inggris mengatakan bahwa surat Johnson sangat disesalkan.

Baca juga: Semarak Ramadhan Warnai Jalanan di Yerusalem, Warga Palestina Ramai Berburu Pernak-pernik

Hal itu menandai titik terendah dalam hubungan Inggris-Palestina dan merusak kredibilitas Inggris di panggung internasional."

Surat itu bertentangan dengan hukum internasional dan kebijakan Inggris sendiri di Palestina, kata misi itu, menekankan perlunya menghormati hukum internasional demi kebaikan semua pihak.

“Kami sangat berharap Inggris akan mempertimbangkan kembali posisinya dan memahami bahwa pilihan terbaik untuk semua orang, termasuk Israel," katanya.

"Ini harus menjadi komitmen kuat terhadap hukum internasional dan prinsip dasar kesetaraan untuk semua,” tambahnya.

Baca juga: Pasukan Israel Tangkap 25 Warga Palestina di Tepi Barat

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved