Breaking News:

Berita Aceh Timur

Semua Warga Terdampak Asap Gas Beracun yang Dirawat di Rumah Sakit Telah Dipulangkan

pengungsi karena terdampak asap gas flare dari aktivitas perawatan sumur Migas PT Medco E&P Malaka, telah dipulangkan

FOR SERAMBINEWS.COM
Camat Banda Alam, Muliadi SSTP MAP 

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Rabu (14/4/2021) lalu, 316 jiwa dari 137 kepala keluarga warga Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, yang mengungsi karena terdampak asap gas flare dari aktivitas perawatan sumur Migas PT Medco E&P Malaka, telah dipulangkan oleh pihak perusahaan ke rumah mereka masing-masing.

Pemulangan itu setelah tim teknis PT Medco dan Dinas Lingkungan Hidup Aceh Timur, menyatakan bahwa hasil survey mereka bahwa tidak ada lagi bau gas beracun yang mencemari lingkungan desa mereka.

Saat semua pengungsi dipulangkan, saat itu, dari total 21 warga yang dirawat akibat terdampak asap flare 10 orang diantaranya masih dirawat di RSUD dr Zubir Mahmud.

Tapi, hingga Jumat (16/4/2021) semua warga yang dirawat tersebut telah dipulangkan.

Baca juga: Alijullah, Anak Sigli Jadi Lurah Paris, Sang Penumpang Gelap Jalani Dua Kali Puasa di Masa Pandemi

“Semuanya sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing, terakhir satu orang dipulangkan Jumat siang sekitar pukul 13.00 WIB, jadi hingga hari ini tidak ada lagi warga yang dirawat di rumah sakit,” ungkap Camat Banda Alam, Muliadi SSTP MAP, kepada Serambinews.com, Jumat sore.

Samsul Bahri, Keuchik Gampong Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, mengatakan, kondisi di desa mereka hingga saat ini sudah aman, dan tidak ada lagi muncul bau seperti sebelumnya.

Baca juga: Warga Langsa Tertipu Investasi Bodong Ratusan Juta, Serahkan Mobil CRV dan Uang, Begini Ceritanya

Baca juga: Live Streaming MotoGP Portugal 2021 -  Yakin Juara, Johann Zarco Datang sebagai Pemimpin Klasemen

“Warga sudah beraktivitas seperti biasa. Namun, pihak PT Medco tetap berada di desa untuk melakukan pengawasan jika sewaktu-sewaktu terjadi keluhan serupa yang dialami warga seperti sebelumnya,” ungkap keuchik Samsul.

Keuchik Samsul berharap ke depan pihak perusahaan dalam bekerja lebih memperhatikan standar operasional prosedur, agar kejadian serupa tidak terulang kembali yang dapat merugikan masyarakat di sekitar wilayah operasi PT Medco. (*)

Baca juga: Balap Liar Marak Selama Ramadhan, Polisi Akan Tindak Tegas

Penulis: Seni Hendri
Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved