Breaking News:

Sejarah Stadion Kuta Asan, dari Benteng Melawan Belanda Hingga Jadi Markas PSAP Sigli

Sejarah berdirinya Stadion Kuta Asan Sigli tidak banyak diketahui publik. markas PSAP Sigli yang awalnya benteng melawan Belanda

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR
Stadion Kuta Asan Sigli, Pidie di Gampong Lampoh Lada, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Minggu (18/4/2021) 

Kolonel Habib asal Lhokseumawe itu membangun stadion tersebut persis sama dengan konstruksi lapangan sepakbola Rawa Sakti Lhokseumawe.

Stadion yang luasnya hampir 2 hektare itu, awalnya sebagai benteng pertahanan mengusir penjajahan Belanda. 

Stadion itu juga sempat digunakan untuk kegiatan hiburan bagi masyarakat. Saat itu, pagar stadion masih menggunakan seng.

Baca juga: Gawat! Kasus Chip Higgs Domino di Pidie, Terungkap Dijual Rp 70 Ribu 1B, 20 Pembeli Per Hari

Menurutnya, pada masa Bupati Pidie, M Diah Ibrahim, Stadion Kuta Asan Sigli direnovasi dengan membangun tribun terbuka dan pagar beton.

Bupati M Diah Ibrahim menggelar turnamen sepakbola Piala Bupati Pidie. Saat itu, tim yang ikut dari luar Pidie seperti Harimau Tapanuli.

Dikatakan, Stadion Kuta Asan Sigli awalnya stadion terbaik di Aceh.

Jika hujan turun tak berhenti hingga dua hari, tapi airnya langsung terserap karena drainase dilapisi daun ijok. 

Tapi, stadion itu rusak saat datang Presiden RI kedua, Soeharto, yang lapangan di aspal untuk mendarat helikopter.

Juga dijadikan lokasi bagi pengungsi korban tsunami. (*)

Baca juga: Gadis Aceh Utara Menikah Dengan Polisi Turki, Rela Resign Kerja & Jual Motor Demi Pria Dikenal di FB

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved