Kamis, 7 Mei 2026

Anggota TNI-Brimob Dikeroyok, Usut Secara Transparan, IPW: Benarkah Korban Tewas Supir Kabaintelkam

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyayangkan terjadinya pengeroyokan terhadap personel TNI dan Polri

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTO
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane 

Anggota TNI dan Brimob Dikeroyok agar Diusut Secara Transparan, IPW: Benarkah Korban Tewas Supir Kabaintelkam ?

SERAMBINEWS.COM - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyayangkan terjadinya pengeroyokan terhadap personel TNI dan Polri.

Neta mengatakan, belum tuntas kasus anggota TNI yang tewas ditembak oknum polisi di sebuah kafe di Cengkareng Jakarta Barat, kini kembali terjadi keributan, yang menyebabkan anggota polisi tewas ditusuk, dan anggota TNI luka luka di dekat MY Bar, Jakarta Selatan.

"Karenanya IPW mendesak Polda Metro Jaya segera mengungkapkan secara transparan kasus tersebut. Apa sebenarnya yang terjadi, agar kasus ini tidak menjadi teror baru bagi warga Jakarta," kata Neta kepada Warta Kota, Senin (19/4/2021). 

Baca juga: Video Pengeroyokan Anggota Kopassus dan Brimob, Korban Tersungkur Dipukul dan Ditendang

Menurut Neta, setidaknya ada empat pertanyaan yang muncul dari kasus tewasnya anggota Polri dan terlukanya anggota TNI itu. 

"Yakni, benarkah kasus itu berlatar belakang keributan antar oknum aparatur keamanan,” ujarnya.

“Benarkah lima dari ketujuh pelaku sudah ditangkap dan yang menangkap adalah aparat militer,” imbuhnya.

“Benarkah korban tewas adalah supir Kabaintelkam Komjen Paulus Waterpau,” lanjutnya lagi.

“Benarkah keributan terjadi saat mereka berada di MY Bar dan berlanjut di luar bar," papar Neta.

Baca juga: Harga Emas Naik Jadi Rp 939.000 Per Gram, Berikut Rincian Harga Emas Hari Ini Senin 19 April 2021

Padahal kata Neta, Kapolri Jenderal Listyo Sigit sudah melarang anggota Polri bergentayangan di tempat hiburan malam setelah kasus ditembaknya anggota TNI oleh oknum polisi di sebuah kafe di Cengkareng.

"Informasi yang diperoleh IPW, lima dari tujuh pelaku sudah tertangkap. RMS, PW, MI, MS dan HW,” katanya.

“Sedangkan dua lagi masih buron. Polda Metro Jaya perlu menjelaskan, apakah para pelaku bagian dari oknum aparatur keamanan atau bukan," tambah Neta. 

Video pengeroyokan brimob dan kopassus - Sebuah video viral di media sosial menggambarkan pengeroyokan terhadap anggota aparat keamanan, TNI dan Polri di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (18/4/2021)
Video pengeroyokan brimob dan kopassus - Sebuah video viral di media sosial menggambarkan pengeroyokan terhadap anggota aparat keamanan, TNI dan Polri di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (18/4/2021) (Instagram InfoKomando)

Aksi pengeroyokan itu sendiri kata Neta, sempat viral di media sosial yang diambil dari sebuah rekaman video CCTV. 

"Anggota TNI AD dan anggota Brimob Kelapa dua itu ditemukan terkapar di dekat MY Bar di Jalan Falatehan I No 16, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan," katanya.

Baca juga: Kisah Film Ottoman Bantu Kerajaan Aceh, Pria Turki Ini Penasaran Hingga Jatuh Cinta Pada Gadis Aceh

Peristiwa keributan itu terjadi Minggu 18 April sekitar pukul 05.30 Wib, di MY Bar di Jalan Falatehan I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved