Ramadhan 2021
Kenapa Mandi dan Sikat Gigi Saat Berpuasa Harus Hati-hati? Ini Penjelasan Buya Yahya dan Hukumnya
Satu hal yang sering menjadi pertanyaan bagi sebagian orang saat berpuasa di bulan Ramadhan adalah mengenai hukum mandi setelah waktu subuh.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Zaenal
“Bagi Anda yang belum bersih-bersih (setelah subuh), maka kalau Anda membersihkan mulut ya tidak batal. Tapi Anda telah melakukan satu kesalahan tapi tidak dosa,” jelas Buya.
Buya mengatakan makruh itu termasuk larangan tapi tidak sampai haram.
Mengenai masalah mandi, Buya mengungkapkan kapan saja bisa mandi.
Namun permasalahan terletak pada menyiram kepala.
“Adapun masalah mengguyurkan kepala sama kasusnya, mengguyur kepala bukan sesuatu yang terlarang,” terang Buya.
Lebih lanjut, Buya mengatakan adapun yang dilarang adalah dengan sengaja memasukkan ke lubang telinga.
“Namun, jika mengguyur kepala masuk ke lubang telinga, maka janganlah mengguyur kepala,” jelas Buya.
Ada pengecualian kata Buya, seperti mimpi basah setelah tertidur.
“Kecuali mengguyur kepala karena sesuatu yang wajib, yaitu karena Anda abis shalat dhuha tertidur. Waktu tertidur Anda mimpi basah, karena Anda mimpi basah maka anda wajib mandi besar,” terang Buya.
Baca juga: Niat Puasa Ramadhan Dilafadzkan atau Dalam Hati? Ini Penjelasan Buya Yahya Seputar Persoalan Niat
Baca juga: Menangis Bisa Batalkan Puasa Lho, Simak Penjelasan Buya Yahya Berikut Ini
Buya mengatakan bahwa mandi besar itu harus mengguyur kepala dengan air.
Jika air tersebut masuk ke lubang telinga, maka puasanya itu tidak batal.
“Masuknya air ke telinga ini akibat dari menjalankan kewajiban. Maka tidak dosa dan tidak batal,” jelas Buya.
Namun, jika seseorang mandi hanya ada rasa ingin mensejukkan diri dan masuk ke lubang telinga, maka puasanya itu batal.
Buya pun menegaskan bahwa jika mandi untuk bersih-bersih, maka harus dengan prinsip hati-hati.
“Untuk mengguyur kepala, hendaknya Anda harus waspada, jangan sampai air masuk ke telinga Anda,” terang Buya.
Baca juga: Persiapan Puasa Tak Cukup Hanya Ucapan Marhaban ya Ramadhan, Buya Yahya: Butuh Persiapan Hati