Sabtu, 18 April 2026

Internasional

Para Ekspatriat Hadapi Penantian Menyakitkan Selama Ramadan, Arab Saudi Masih Tunda Penerbangan

Para ekspatriat atau pekerja asing di Arab Saudi harus menghadapi penantian menyakitkan selama Ramadan 2021 ini.

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Ekspatriat atau pekerja asing saat tiba di Bandara Riyadh, Arab Saudi saat penerbangan belum ditutup. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Para ekspatriat atau pekerja asing di Arab Saudi harus menghadapi penantian menyakitkan selama Ramadan 2021 ini.

Mereka tidak bisa berkumpul bersama keluarganya di negara asalnya, karena Arab Saudi masih menunda penerbangan.

Dilansir SPA, Minggu (18/4/2021), sebagian besar keluarga menantikan pertemuan di sekitar meja buka puasa selama bulan suci Ramadan.

Setiap Ramadhan, dengan matahari terbenam yang semakin dekat, keluarga duduk bersama selama buka puasa untuk berbuka puasa fajar hingga senja.

Memberi semua orang kesempatan untuk mengejar ketinggalan selama perayaan selama sebulan yang berpuncak pada Idul Fitri 1442 H.

Namun, banyak ekspatriat yang dengan cemas mengawasi jadwal penerbangan karena negara-negara meringankan pembatasan perjalanan, membuka jalan bagi reuni keluarga.

Baca juga: Arab Saudi Sampaikan Belasungkawa Atas Kecelakaan Kereta Api di Mesir

Penerbangan internasional ditangguhkan karena pembatasan perjalanan virus korona akan dilanjutkan pada 17 Mei 2021.

Hal itu telah disampaikan oleh otoritas penerbangan sipil Arab Saudi (GACA) dalam sebuah surat edaran beberapa waktu lalu.

Anwar Pasha Ansari, seorang ekspatriat India yang bekerja di Jeddah, mengatakan putrinya Heba Anwar masih terdampar di India.

“Tidak ada ayah dan ibu yang harus mengalami penderitaan ini,” katanya.

Ansari mengatakan putrinya meninggalkan Jeddah untuk mengikuti ujian akhir di New Delhi, berharap bisa bergabung kembali dengan keluarganya untuk merayakan Idul Fitri tahun lalu.

“Tapi mungkin takdir sedang mempersiapkan takdir lain,” katanya.

Ansari mengatakan larangan bepergian menutup tirai untuk semua orang tua seperti dirinya, dengan anak-anaknya ditahan di India.

"Semua siswa diminta mengosongkan asrama dan membuat pengaturan tempat tinggal sendiri, yang merupakan mimpi buruk bagi orang tua yang bekerja di luar negeri." katanya.

Tanpa batasan perjalanan yang terlihat, putri Ansari berencana melakukan perjalanan ke Arab Saudi melalui UEA setelah menghabiskan 14 hari di Dubai.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved