Minggu, 26 April 2026

Internasional

Para Ekspatriat Hadapi Penantian Menyakitkan Selama Ramadan, Arab Saudi Masih Tunda Penerbangan

Para ekspatriat atau pekerja asing di Arab Saudi harus menghadapi penantian menyakitkan selama Ramadan 2021 ini.

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Ekspatriat atau pekerja asing saat tiba di Bandara Riyadh, Arab Saudi saat penerbangan belum ditutup. 

Ansari mengatakan ketika putrinya tiba di Dubai pada Januari 2021, mereka sangat gembira dengan kemungkinan bertemu kembali dengannya.

Tetapi dengan hanya tiga hari tersisa dari karantina, pembatasan perjalanan sementara dari Dubai ke Arab Saudi mulai berlaku dan semua harapan hilang.

"Heba menghabiskan banyak waktu berharap bahwa penerbangan akan dilanjutkan dan memeriksa berita apa pun yang berkaitan dengan dimulainya kembali penerbangan ke Arab Saudi," kata Anwar.

“Dia hanya berjarak beberapa jam dari kami,” tambahnya.

Akhirnya, setelah semua pilihan habis, Heba terpaksa kembali ke India, dengan berani memberi tahu orangtuanya:
"Ayah dan ibu, tetap sehat, fase ini akan berlalu juga," kata putrinya.

Kisah Ansari akan akrab bagi ribuan orang yang terpisah dari anak-anak karena pandemi virus Corona.

Sehingga, harus menantang kesabaran, daya tahan, dan kapasitas semua orang untuk menanggung kesulitan dalam perpisahan.

Baca juga: Oman Larang Penerbangan dan Wisatawan dari 10 Negara, Cegah Masuknya Virus Corona Lebih Ganas

Aplikasi teknologi dan video membantu, tetapi tidak cukup untuk menjembatani kesenjangan karena keluarga menghadapi lebih banyak waktu terpisah.

Raafat Aoun, ekspatriat Lebanon yang bekerja di Kerajaan, mengatakan penutupan penerbangan telah mempengaruhi banyak keluarga ekspatriat.

Dikatakan kakak iparnya harus pergi ke Beirut untuk menangani keadaan darurat.

Dan saat ini, dia menemukan dirinya dalam situasi yang sangat sulit karena terjebak di sana, dan istri serta empat anaknya yang masih kecil sendirian di Jeddah.

Aoun mengatakan kakak iparnya telah terdampar selama lebih dari tiga bulan.

“Saya mendukung mereka dan memberikan mereka semua bantuan yang saya bisa," katanya.

"Tapi musim perayaan ini menjadi sangat sulit bagi saya juga," tambahnya.

"Saya berharap dan berdoa agar penerbangan segera dilanjutkan agar ipar saya dapat kembali ke keluarganya,” harapnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved