Breaking News:

Berita Aceh Singkil

Wow! Penjualan Mobil di Singkil Meningkat Selama Ramadhan

Bergairahnya penjualan mobil bekas lantaran harga sawit sebagai komoditas utama Aceh Singkil, saat ini lumayan tinggi. 

Serambinews.com
Tempat penjualan mobil di kawasan Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, Senin (19/4/2021). 

Laporan Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Penjualan mobil bekas di Kabupaten Aceh Singkil, meningkat selama Ramadhan 1442 Hijriah.

Permintaan mobil itu meningkat sejak awal puasa. Padahal biasanya penjualan mobil bekas meningkat mulai pertengahan puasa.

"Tahun ini sejak awal puasa sudah bergairah. Biasanya pertengahan baru ramai," kata Saprudin pemilik perusahaan jual beli mobil di kawasan Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Senin (19/4/2021).

Menurutnya dalam bulan biasa penjualan mobil sekitar tiga sampai empat unit. Sementara saat Ramdhan mencapai 10 unit. 

Sayangnya saat bisnis jual beli mobil di Aceh Singkil, bergairah terkendala dengan ketersediaan unit mobil sesuai permintaan konsumen. "Cari unitnya susah dan mahal," tukas Saprudin.

Bergairahnya penjualan mobil bekas lantaran harga sawit sebagai komoditas utama Aceh Singkil, tinggi. 

Baca juga: VIDEO - Hukum Sengaja Tidak Puasa di Bulan Ramadhan, Ulama Aceh: 330 Qadha Puasa Tak Sebanding

Baca juga: Berawal dari Penasaran dengan Film Ottoman yang Membantu Aceh

Baca juga: Kodim Aceh Selatan Bagi-Bagi Sembako Kepada Masyarakat Kurang Mampu

Baca juga: Meski Non Muslim, Amanda Manopo Ikut Puasa Ramadan, Masak Menu Sahur untuk Kru di Lokasi Syuting

Penyebab lain, karena beli mobil baru harus menunggu lama. Sementara warga butuh segera untuk keperluan mengunjungi keluarga saat lebaran.

"Beli mobil baru ada yang harus inden dua sampai tiga bulan. Ini jadi salah satu penyebab banyak beralih beli mobil bekas selain ekonomi masyarakat membaik karena sawit harganya tinggi," jelas Saprudin.

Sebagaimana diketahui harga sawit di Kabupaten Aceh Singkil, sejak awal tahun terus bertahan di atas Rp 1.500 per kilo. 

Harga tersebut menguntungkan bagi petani, sehingga mampu mendorong pergerakan ekonomi.(*)

Penulis: Dede Rosadi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved