Minggu, 3 Mei 2026

Internasional

Pakistan Bebaskan 11 Pasukan Keamanan, Korban Penculikan Partai Terlarang TLP

Sebanyak 11 anggota pasukan keamanan disandera oleh partai terlarang Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP) dibebaskan pada Senin (19/4/2021).

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Polisi mengawasi kerusuhan yang pecah di Lahore, Pakistan pada Minggu (18/4/2021). 

SERAMBINEWS.COM, ISLAMABAD - Sebanyak 11 anggota pasukan keamanan korban penculikan partai terlarang Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP) dibebaskan pada Senin (19/4/2021).

Mereka diculik selama bentrokan polisi di Lahore, Pakistan,

Dilansir AFP, pembebasan setelah putaran pertama negosiasi dengan pemerintah, Menteri Dalam Negeri Sheikh Rasheed mengatakan di Twitter.

Kerusuhan oleh kelompok sayap kanan telah mengguncang negara itu sejak pekan lalu.

Setelah Kepala TLP Saad Rizvi ditangkap di Lahore sehari setelah mengancam pemerintah dengan aksi unjuk rasa.

Jika pemerintah tidak mengusir utusan Prancis ke Islamabad karena kartun Nabi Muhammad (SAW). diterbitkan di Prancis tahun lalu.

Baca juga: Sering Dianggap Tidak Hormati Nabi Muhammad SAW, PM Pakistan Desak Dunia Barat Larang Islamofobia

Protes itu melumpuhkan kota-kota besar dan jalan raya, yang menyebabkan kematian enam polisi, menurut pemerintah.

Sebaliknya ribuan angota TLP ditahan, kata polisi.

Kerusuhan itu juga mendorong Kedutaan Besar Prancis untuk merekomendasikan semua warganya untuk sementara meninggalkan negara itu pekan lalu.

“Pembicaraan sudah dimulai dengan TLP. Negosiasi putaran pertama berjalan dengan baik dan putaran kedua akan berlangsung setelah sehr, ”kata Rashid.

“Mereka [TLP] telah membebaskan 11 sandera polisi yang diculik dan telah pergi ke Masjid Rehmatul Lil Alameen. Polisi juga mundur, ”katanya.

“Negosiasi ini berhasil dilakukan oleh pemerintah Punjab," ujarnya.

Kami berharap pertemuan kedua setelah sehr juga bisa sukses dan masalah bisa diselesaikan secara damai dengan pihak TLP, ”tambahnya.

Baca juga: Pasukan Mesir Tembak Mati Tiga Militan, Pelaku Pembunuhan Seorang Pria Kristen

Sebelumnya, pada Minggu (18/4/2021) malam, Menteri Penerangan Fawad Hussain Chaudhry mengatakan pemerintah yakin akan bernegosiasi tetapi tidak mau diperas.

“Pemerintah percaya pada negosiasi tetapi tidak bisa diperas,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved