Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Polisi Hentikan Pengeboran Sumur Minyak Ilegal di Aceh Tamiang

Eksploitasi minyak tidak bisa dilakukan secara sembarang, karena bisa berdampak pada kejadian luar biasa yang merugikan masyarakat.

Dok Polsek
Petugas memasang garis polisi di salah satu sumur minyak yang dieksplorasi secara tradisional oleh masyarakat. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Maraknya pengeboran minyak ilegal di wilayah Hulu Aceh Tamiang mulai disikapi secara tegas oleh aparatur pemerintahan. Sejauh ini, empat sumur minyak yang tersebar di empat kampung telah dihentikan secara paksa.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kapolsek Tamiang Hulu Iptu Delyan Putra memastikan empat titik Sumur Minyak yang telah dikelola masyarakat telah dihentikan sejak Senin (19/4/2021) kemarin.

Empat sumur ini tersebar di empat kampung, yakni Harumsari, Wonosari, Alurtani II dan Bandarkhalifah yang seluruhnya berada di Kecamatan Tamiang Hulu.

Delyan mengungkapkan penghentian pengeboran ini dilakukan secara persuasif dengan mengedepankan komunikasi.

“Atas arahan kapolres, saya membangun komunikasi dengan kepala desa masing-masing untuk menyampaikan perbuatan itu ilegal dan harus dihentikan,” kata Delyan, Selasa (20/4/2021).

Delyan menambahkan pengawasan terhadap aktivitas sumur minyak ini tidak otomatis terhenti, karena pihaknya masih terus mengawasi kemungkinan adanya aktivitas serupa di tempat lain.

Baca juga: Lama Menghilang, Kini Kasus Dugaan Korupsi Tsunami Cup 2017 Sedang Diaudit  BPKP Aceh

Baca juga: Nenek Ditusuk Keponakan dengan Gunting di Pematangsiantar, Pelaku Emosi Dituduh Curi Beras

Baca juga: Ini Fakta Baru Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Aceh Jaya

Baca juga: Enam Menteri Ini Diprediksi Tinggal Menghitung Hari Dicopot, Jokowi Disebut Masih Butuh Moeldoko

Dia pun mengingatkan kalau eksploitasi minyak tidak bisa dilakukan secara sembarang, karena bisa berdampak pada kejadian luar biasa yang merugikan masyarakat.

“Selain izin, kegiatan ini juga harus dilakukan oleh tenaga ahli, tidak bisa sembarangan,” ungkapnya.

Tindakan tegas sebelumnya sudah pernah dilakukan tim Forkopimda Aceh Tamiang dengan menutup lima titik sumur ilegal di Kampung Bandarkalifah, Tamiang Hulu pada 20 Januari 2021. Seluruh sumur itu ditutup secara permanen menggunakan semen. 

Kala itu, Field Manager PT Pertamina EP Totok Parafianto menjelaskan kegiatan illegal drilling akan merubah tatanan kehidupan masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi dan sosial.

Dia menyarankan masyarakat lebih mengutamakan bidang pertanian daripada menyewakan tanahnya untuk dibor oleh oknum tidak bertanggung-jawab.

Dia menegaskan sektor pertanian lebih menjanjikan karena bisa dikelola berkelanjutan.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved